Yogyakarta Gerakkan Komunitas, Angkat Wisata Blusukan Sepeda Sambil Jajan
TEMPO.CO | 30/05/2021 08:45
Komunitas sepeda menjadi magnet penggerak wisata saat pandemi Covid-19. TEMPO | Pribadi Wicaksono
Komunitas sepeda menjadi magnet penggerak wisata saat pandemi Covid-19. TEMPO | Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Pemerintah Kota Yogyakarta merangkul berbagai komunitas untuk mengkampanyekan gerakan wisata blusukan dengan mengendarai sepeda sembari kulineran.

Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, Singgih Rahardjo mengatakan komunitas-komunitas itu punya kekuatan untuk menggerakkan sektor wisata karena mereka memiliki jejaring kuat antar-daerah. "Jejaring ini yang turut mempromosikan destinasi dalam lingkaran mereka," kata Singgih saat menghadiri bersepeda bersama Jogjabike dan komunitas sepeda Brompton Yogyakarta di spot kuliner unik Kharmavilla Palagan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu 29 Mei 2021.

Dalam acara gowes itu, Singgih menjelaskan, konsep wisata di masa pandemi Covid-19 ini tak bisa lagi dikemas ala kadarnya. Artinya, jangan hanya menawarkan aktivitas dan desatinasi wisata yang itu-itu saja kepada pelancong. Harus ada nilai, manfaat, dan pengalaman baru yang dirasakan oleh wisatawan.

"Kombinasi konsep sport tourism dan eco tourism, seperti bersepeda ke sudut-sudut tersembunyi di Yogyakarta ini bisa menjadi penawaran baru yang menarik. Penggeraknya, ya komunitas itu," kata dia. Rute gowes yang diambil dalam acara itu, yakni berangkat dari kawasan Rich Hotel Jalan Magelang, lalu menyusuri jalan-jalan desa di Kabupaten Sleman, hingga spot Kharmavilla Palagan yang berada di tengah kampung nan asri di balik Monumen Jogja Kembali.

Komunitas sepeda menjadi magnet penggerak wisata saat pandemi Covid-19. TEMPO | Pribadi Wicaksono

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang turut serta dalam sepeda bersama itu mengatakan, meski Kota Yogyakarta sudah memiliki sedikitnya lima rute wisata sepeda dalam kota, kolaborasi pengkayaan rute baru hingga ke kabupaten sekitar, seperti Sleman dan Bantul tetap penting sebagai tawaran referensi menarik bagi wisatawan. "Di masa pandemi ini, prinsip Jogja untuk Jogja menjadi penting untuk menjaga sektor wisata ketika kunjungan dari luar menurun," kata Heroe.

Wisatawan lokal Yogyakarta dan sekitarnya itulah yang kini bisa diandalkan agar aktivitas ekonomi di sektor pariwist berwisata tetap bergulir. Mereka belanja, membayar paket wisata, membeli tiket, makan dan minum, serta aktivitas lainnya di dalam wilayah DI Yogyakarta. Seperti yang dilakukan melalui gowes ini, warga Kota Yogyakarta berbelanja ke daerah Kabupaten Sleman dengan penggerak komunitas sepeda.

"Sepeda menjadi sarana pendukung pariwisata yang menarik karena kondisi jalan-jalan di Yogyakarta relatif bagus dan beragam," kata Heroe. Wisatawan bisa menyusuri jalan yang halus dan lurus, jalan menanjang ke arah gunung, jalan berkelik di tepi pantai, jalan di sekitar persawahan sampai hutan. "Semua ada."

Kharmavilla Palagan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menjadi spot kuliner unik yang tersembunyi di tengah kampung. TEMPO | Pribadi Wicaksono

Ketua Komunitas Sepeda Brompton Yogyakarta, Candra Widianto mengatakan komunitas sepeda sejenis dari seluruh Indonesia selama ini berlomba-lomba ingin datang dan merasakan asyiknya bersepeda di berbagai medan yang ada di Yogyakarta. "Dalam waktu dekat, giliran komunitas Brompton Cirebon yang akan ke Yogyakarta sebaanyak 50 orang," kata dia.

Komunitas sepeda di Yogyakarta akan menjadi pemandu para tamu yang tergabung dalam komunitas dari luar. Mereka berkunjung ke destinasi wisata menarik sekaligus meningkatkan keakraban di antaranya. "Jadi ke Yogyakarta ya ngepit (bersepeda), ya jajan, sembari berwisata,” kata Candra.

Pendiri Jogjabike, Triyanto mengatakan dengan merangkul komunitas seperti komunitas sepeda, sektor pariwisata bisa lebih cepat pulih di masa pandemi ini. Para pehobi sepeda, menurut Triyanto, menjadi salah satu komunitas potensial untuk memperkenalkan pariwisata Yogyakarta yang aman dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kharmavilla Palagan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menjadi spot kuliner unik yang tersembunyi di tengah kampung. TEMPO | Pribadi Wicaksono

"Anggota komunitas sepeda bisa membawa relasinya menginap di hotel, homestay, makan di restoran, mengunjungi sentra kerajinan, sehingga wisata bisa menggeliat," kata dia. Selama pandemi, Jogjabike telah membuat beberapa program, seperti paket tur bersepeda ke Nanggulan di Kabupaten Kulon Progo dan Prambanan Kabupaten Sleman, juga rute bersepeda ke kampung-kampung wisata di Kota Yogyakarta.

Saat ini, Triyanto melanjutkan, komunitas Jogjabike Yogyakarta menyiapkan paket wisata sepeda yang menyasar wisatawan menengah ke atas dengan segmentasi khusus yang juga melibatkan komunitas.

Baca juga:
Sudah Ketahuan Siapa yang 'Nuthuk' Pecel Lele Malioboro Yogyakarta Rp 37 Ribu


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT