Hutan Mangrove, destinasi wisata unggulan Mimika jelang PON XX
JUBI.CO.ID | 14/08/2021 18:40
Hutan Mangrove, destinasi wisata unggulan Mimika jelang PON XX
Akademisi: Konversi Mangrove Dimodali Investor Luar Kota

Jayapura, Jubi – Kabupaten Mimika, Papua, tak hanya menyiapkan infrastruktur, akomodasi, transportasi dan sektor lainnya untuk menjadi klaster tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

Dari sektor pariwisata, Kabupaten Mimika juga sudah menyiapkan salah satu destinasi ekowisata unggulan, yakni hutan mangrove.

Hutan mangrove ini letaknya jauh dari pusat Kota Mimika, tepatnya di kawasan Pomako, dekat dengan pelabuhan. Perjalanan yang ditempuh dari pusat Kota Mimika ke hutan mangrove bisa memakan waktu kurang lebih 2 jam.

Viktor Kabey, bidang pemasaran Sub PB PON Mimika mengatakan hutan mangrove ini tak hanya sekadar menjadi tempat wisata, namun juga sebagai upaya untuk melestarikan alam. Pengunjung bisa menikmati alam hutan mangrove dengan menyusuri jembatan papan yang total luasnya sepanjang 1 km.

“Hutan mangrove ini sudah dari tahun 2017 dan dibuka dalam rangka untuk melestarikan ekosistem dan menjaga lingkungan. Tapi kini menjadi tempat wisata untuk masyarakat, terutama menjelang PON XX,” ujarnya kepada wartawan termasuk awak media Jubi di Timika, baru-baru ini.

Hutan mangrove Pomako ini masih sangat asri dan suasananya juga cukup nyaman. Di sini kita juga bisa mendengar nyanyian-nyanyian burung yang saling bersahutan. Tempatnya juga sangat instagramable bagi pengunjung yang doyan berfoto.

Tak heran, hutan mangrove ini menjadi salah satu destinasi wisata populer yang kini menggairahkan sektor pariwisata Kabupaten Mimika menjelang PON XX.

Untuk itu, bidang pemasaran Sub PB PON Mimika sangat merekomendasikan hutan mangrove untuk dikunjungi oleh para kontingen yang akan berdatangan dari seluruh Indonesia.

“Kita berharap para atlet dan pengunjung pada PON XX nanti bisa berkunjung di sini. Tempatnya nyaman dan asri, juga kita bisa mendengar suara burung-burung. Ini destinasi yang bergairah bagi klaster Mimika,” ucap Kabey.

Nantinya, pada saat pelaksanaan PON XX, hutan mangrove juga akan melibatkan para pelaku UKM dan seniman lokal, agar bisa menjadi daya tarik bagi para pengunjung. Tak perlu khawatir, karena di masa pandemik ini hutan mangrove juga memberlakukan protokol kesehatan ketat.

Jack Suebu, penanggung jawab hutan mangrove ini mengatakan antusiasme masyarakat untuk berkunjung sangat tinggi sejak dibuka pada 2020, walaupun lokasi wisata ini sendiri belum diresmikan oleh Bupati Eltinus Omaleng.

“Meski belum diresmikan oleh Bupati tapi antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk berkunjung ke sini. Bahkan masyarakat meminta ada tambah tracking lagi dan kalau bisa dikasih tembus ke laut,” katanya.

Hutan mangrove beroperasi mulai jam 8 pagi setiap harinya, dengan batas tutup tidak menentu. Untuk karcis masuknya, pengunjung dikenakan tarif anak-anak Rp 5.000 per sekali masuk, dan Rp 10.000 untuk orang dewasa.

Sementara untuk parkirannya, roda empat dikenakan tarif Rp 2.000, roda dua Rp 1.000 dan truk Rp 3.000.

jubi.co.id


BERITA TERKAIT