Fasilitas Isoman Desa Bulurejo Wonogiri Terlalu Dekat dengan Pemukiman, Akhirnya Dipindah
JOGLOSEMARNEWS.COM | 25/07/2021 12:17
Fasilitas Isoman Desa Bulurejo Wonogiri Terlalu Dekat dengan Pemukiman, Akhirnya Dipindah
Petugas kesehatan mendata warga yang terpapar COVID-19 dan melakukan isolasi mandiri di Banjar Terunasari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar, Bali, Kamis, 1 Juli 2021. Kasus terakhir terjadi kepada seorang pria yang tengah isoman di sebuah apartemen di Ciputat, Tangerang Selatan. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fasilitas isolasi mandiri (isoman) Desa Bulurejo Kecamatan Nguntoronadi Wonogiri akhirnya dipindah. Gegaranya warga merasa keberatan.

Keberatan warga itu lantaran lokasi isolasi terlalu dekat dengan pemukiman. Padahal banyak lansia di sekitarnya. Warga pun khawatir bakal memicu penularan.

Kepala Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Sunarno mengatakan sesuai dengan aturan yang berlaku, pihaknya memang harus menyediakan fasilitas isoman. Karena itu Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) setempat ditunjuk sebagai lokasi isoman warga Desa Bulurejo.

Fasilitas itu pun baru satu kali digunakan, yakni oleh Yn. PKD digunakan Yn untuk menjalani isoman dalam satu hari saja. Sebab setelah adanya keberatan Yn sempat berpindah ke rumah saudaranya dan kini akhirnya menjalani isoman di rumah milik bidan desa yang juga bidan di UPTD Puskesmas Nguntoronadi I.

Atas adanya keberatan dari warga setempat, pihaknya pun kini sudah menyiapkan fasilitas isoman lain. Yakni di Gedung Serba Guna Desa Bulurejo untuk warga isoman. Letaknya masih satu kompleks dengan balai desa.

Gedung itu bisa digunakan oleh warga isoman berjenis kelamin laki-laki. Sementara bagi warga berjenis kelamin perempuan juga disediakan sebuah ruangan di dekat gedung tersebut.

“Untuk njagani sudah kamj siapkan. Selama ini memang ada beberapa warga kami yang terpapar dan semuanya isoman di rumah. Tapi karena Mbak Yn kondisinya seperti itu kemarin kita tampung di fasilitas kita,” jelas dia, Minggu (25/7/2021).

Dia juga mengakui bahwa ada tiga warga yang menemui dirinya. Mereka mengungkapkan rasa keberatan PKD yang dekat dengan pemukiman penduduk dan ada sejumlah warga lansia digunakan sebagai fasilitas isoman.

“Karena ada masukan dari masyarakat kita tampung. Lalu kita koordinasi dengan keluarga Yn di Karangturi. Sehari semalam di sana ternyata ada keluarganya yang tidak setuju akhirnya dipindah lagi. Saat itu saya tidak diberitahu kalau dipindah di tempat bu bidan, sampai kemarin timbul berita itu. Masyarakat tidak menolak, merasa keberatan saja. Miskomunikasi saja ini,” kata Kades.

Sebagaimana diwartakan, seorang gadis yatim piatu di Wonogiri, Yn diketahui positif terpapar virus Corona. Namun saat menjalani isoman di fasilitas desa, ada warga yang keberatan. Saat ini dia sudah ditampung di sebuah rumah tersendiri dan mendapatkan bantuan makanan untuk menunjang isolasinya.

joglosemarnews.com


BERITA TERKAIT