Pendakian Gunung Merbabu Jalur Selo Dibuka Besok
JOGLOSEMARNEWS.COM | 04/03/2022 18:01
Pendakian Gunung Merbabu Jalur Selo Dibuka Besok
Pemandangan perbukitan yang hijau menemani para pendaki melanjutkan perjalanan turun menuju sabana 1 dari sabana 2, di Gunung Merbabu, Jawa Tengah, 3 Oktober 2016. TEMPO/Nur Septia Wilda

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) bakal membuka pendakian Gunung Merbabu melalui jalur Selo Boyolali, besok, Sabtu (5/3).

Pembukaan jalur pendakian Selo itu tertuang dalam pengumuman nomor PG.01/T.35/TU/EVLAP/03/2022 tentang reaktivasi wisata pendakian Selo Taman Nasional Gunung Merbabu.

Menurut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Junita Parjanti, pembukaan pendakian di jalur Selo harus tetap mematuhi prokes. Kuota pendaki dibatasi sebanyak 25 persen dari daya dukung jalur pendakian. Per harinya, daya dukung jalur ini adalah sebanyak 578 orang.

“Jadi, untuk 25 persen dari 578 yakni sekitar 145 orang,” katanya, Kamis (3/3/2022).

Ia menjelaskan, pendaki yang akan naik ke Gunung Merbabu, diharuskan melakukan pendaftaran melalui mekanisme booking online di situs www.tngunungmerbabu.org.

“Pengunjung juga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan seluruh pengunjung wajib mematuhi tata tertib pendakian serta memperhatikan cuaca setempat.”

Dengan dibukanya jalur pendakian Selo tersebut, maka sudah 4 jalur pendakian Gunung Merbabu yang dibuka. Jalur-jalur tersebut adalah Suwanting dan Wekas (Kabupaten Magelang), Tekelan (Kabupaten Semarang) dan Selo (Kabupaten Boyolali).

“Untuk jalur pendakian Cuntel belum dibuka karena masih proses kesiapan pengelolaannya di masyarakat.”

Kasubag TU BTNGMb, Johan Setiawan menambahkan untuk melakukan pendakian di Gunung Merbabu harus dalam kelompok minimal terdiri dari 3 orang. Jika dia berangkat sendiri, maka saat naik akan digabung dengan rombongan pendaki lainnya.

“Tiga orang itu jumlah minimal untuk bisa mencari pertolongan, satu pendaki lainnya bisa menjaga temannya itu,” ujar Johan.

Selain itu, pendaki yang naik melalui Selo juga akan dipakaikan gelang Radio Frequency Identification (RFID) untuk memantau posisi pendaki. Gelang tersebut untuk mengantisipasi jika terjadi hal- hal yang tak diinginkan.

“Sementara, gelang untuk pendaki di jalur Selo saja. Untuk jalur pendakian yang lain belum karena infrastrukturnya belum dibuat. Bahkan, di jalur Selo juga sudah dipasang sejumlah CCTV,” katanya lagi.

Ia mengungkapkan, jalur pendakian Selo menjadi favorit para pendaki ke puncak Gunung Merbabu. Dalam kondisi normal, 60-70 persen pendaki naik melalui Selo.

“BTNGMb juga melarang pendaki lintas jalur. Misalnya, naik melalui Suwanting dan turun lewat Selo, itu tidak boleh,” tegas Johan.

joglosemarnews.com


BERITA TERKAIT