Matahari Bakal Terbenam Lebih Lambat di Palabuhanratu Sukabumi, Catat Waktunya
SUKABUMIUPDATE.COM | 29/01/2022 10:00
Matahari Bakal Terbenam Lebih Lambat di Palabuhanratu Sukabumi, Catat Waktunya
Menikmati pemandangan matahari terbit di Pantai Sanur, Bali. Tempo/Diko Oktara

SUKABUMIUPDATE.com - Matahari bakal terbenam lebih lambat di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi dan 7 daerah lainnya di Jawa Barat yang berlangsung dari Tanggal 29-31 Januari 2022.

Dari catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), matahari bakal terbenam lebih lambat jika diamati di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Dihimpun dari informasi yang ditayangkan di website lapan.go.id, untuk wilayah Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi fenomena alam ini terjadi pada tanggal 30 Januari 2022 pukul 18.19 WIB.

Sedangkan daerah lainnya di Jawa Barat yakni Pangandaran, (29/1/2022) Pukul 18.11 WIB, Garut, (30/1/2022) Pukul 18.14 WIB, Cirebon, (31/1/2022) Pukul 18.11 WIB, Bandung, (31/1/2022) Pukul 18.15 WIB, Bekasi, (31/1/2022) Pukul 18.16 WIB, Depok, (31/1/2022) Pukul 18.17 WIB dan Bogor, (31/1/2022) pukul 18.18 WIB.

Penjelasan Soal Fenomena Alam Ini
Melansir dari laman resmi LAPAN, fenomena matahari terbenam lebih lambat tergolong cukup sering dan terjadi dalam jangka waktu satu tahun sekali. Lalu bagaimana penjelasan atas terjadinya peristiwa alam ini?

Peneliti Pusat Antariksa LAPAN, Andi Pangeran menjelaskan, secara astronomis matahari terbenam lebih lambat akibat Bumi mengalami rotasi terhadap sumbunya dengan kemiringan 66,6 derajat terhadap bidang edar atau ekliptika.

Kemudian secara bersamaan bumi juga mengelilingi matahari dengan sumbu rotasi yang miring. Miringnya sumbu rotasi bumi saat mengelilingi matahari dapat mempengaruhi waktu terbit matahari dan terbenamnya matahari. Baik itu lebih cepat maupun lebih lambat.

Penggambaran lebih jelas atas terjadinya fenomena matahari terbenam lebih lambat ini misalkan sumbu rotasi di belahan utara Bumi dan kutub utara Bumi miring ke arah Matahari. Maka matahari akan terbit lebih cepat dan terbenam lebih lambat di belahan utara Bumi. Sedangkan sumbu rotasi di belahan selatan matahari akan terbit lebih cepat.

Sementara itu, waktu terjadinya fenomena ketika matahari berada paling utara saat tengah hari atau disebut dengan soltis (pergerakan semu Matahari) pada bulan Juni, yakni setiap tanggal 20/21 Juni setiap tahunnya.

Sedangkan, di belahan selatan Bumi, matahari terbit lebih lambat dan terbenam lebih cepat. Hal ini terjadi saat solstis Desember yakni ketika matahari berada paling Selatan saat tengah hari yang terjadi setiap tanggal 21/22 Desember setiap tahunnya.

Menurut pengamatan fenomena matahari terbenam lebih lambat ini terjadi tidak hanya di pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara saja pada akhir bulan Januari. Melainkan juga terjadi di beberapa kota di provinsi Maluku dan Papua.

Berdasarkan peristiwa yang telah terjadi, waktu terbenam matahari dengan tanggal kurang lebih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Jadi Anda bisa memperkirakan kapan daerah anda akan mengalami fenomena ini.

Perlu diketahui juga bahwa pada tanggal 13 hingga 18 November 2022 mendatang matahari akan terbit lebih cepat untuk pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Itulah penjelasan mengenai fenomena matahari terbenam lebih lambat yang terjadi pada akhir bulan Januari ini. Anda tidak perlu khawatir akan peristiwa ini, karena lazim terjadi setiap tahun di Indonesia.

sukabumiupdate.com


BERITA TERKAIT