Mulai Hari Ini, Masuk Palu Wajib Punya Kartu Vaksin
SULTENGRAYA.COM | 27/07/2021 14:42
Mulai Hari Ini, Masuk Palu Wajib Punya Kartu Vaksin
Kartu vaksin Covid-19 digital di Android. Kredit: Google

SULTENG RAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu kembali menyekat akses perbatasan darat di pintu masuk Kota Palu mulai hari ini, Selasa (27/7/2021).

Pemeriksaan kesehatan bagi pelaku perjalanan darat dilaksanakan di tiga pos, yakni pos pintu masuk Kelurahan Watusampu, pos pintu masuk Tawaeli dan pos pintu masuk Kelurahan Pantoloan.

Keputusan itu telah disepakati dengan unsur Forum Komunikasi Pemimpin Daerah (Forkompimda) Kota Palu melalui rapat koordinasi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, di Ruang Rapat Bantaya, Gedung Kantor Wali Kota Palu, Senin (26/7/2021).

Kebijakan tersebut dikeluarkan setelah Kota Palu ditetapkan sebagai salah satu daerah di Indonesia yang harus menerapkan Pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Selain itu, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid juga telah menyurat kepada bupati se-Sulawesi Tengah melalui Surat Wali Kota Palu Nomor:440/1676/DISHUB/2021 perihal Persyaratan Pelaku Perjalanan Masuk ke Wilayah Kota Palu tertanggal 26 Juli 2021.

Dalam surat tersebut, Wali Kota Palu mewajibkan seluruh pelaku perjalanan masuk ke wilayah Kota Palu menunjukkan kartu vaksin, minimal vaksinasi dosis pertama dan swab antigen (H-1).

“Bagi pelaku perjalanan yang tidak dapat menunjukkan kartu vaksin dan swab antigen, tidak diperkenankan masuk wilayah Kota Palu,” sebagaimana dikutip dalam Surat Wali Kota Palu point II huruf d.

Selain itu, Pemkot Palu meminta kepada pelaku perjalanan untuk menggunakan masker secara benar, yakni harus menutupi hidung dan mulut, serta wajib mengenakan masker kain 3 lapis dan masker medis.

Selain diperketat, pintu masuk Palu juga kembali diberlakukan buka tutup, yakni buka pada 06.00 Wita samai 22.00 Wita dan tutup mulai 22.00 Wita sampai 06.00 Wita.

Kebijakan pembatasan secara ketat tidak hanya diberlakukan di pintu perbatasan, namun di wilayah Kota Palu.

Melalui Surat Edaran Wali Kota Palu Nomor: 443/1677/HUKUM/2021 tentang Perpanjangan PPKM Level 4 di Kota Palu, Wali Kota Palu memperketat kegiatan masyarakat di daerah itu dari pengetatan sebelum diberlakukannya PPKM level 4.

Dalam Surat Edaran yang ditujukan kepada Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemkot Palu, Kepala Sekolah SD dan SMP, pelaku usaha dan masyarakat Kota Palu, Wali Kota meminta agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar baik sekolah, perguruan tinggi dan lainnya dilakukan secara daring atau online.

Kemudian, pelaksanaan kegiatan pada sektor non-esensial diberlakukan 100 persen work from home (WFH) alias bekerja dari rumah. Sedangkan sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen staf.

Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25 persen maksimal staf work from office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat.

Supermarket dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Selanjutnya, rumah makan dan kafe dengan skala kecil yang berada pada lokasi sendiri dapat melayani makan di tempat dengan kapasitas 25 persen.

Sementara itu, restoran/rumah makan, kafe dengan skala sedang dan besar yang berada pada lokasi tersendiri maupun pusat perbelanjaanm hanya menerima delivery alias take away dan tidak menerima makan di tempat.

sultengraya.com


BERITA TERKAIT