Lab PCR Bergerak Kemenkes Diperbantukan di Parmout
SULTENGRAYA.COM | 21/08/2021 15:49
Lab PCR Bergerak Kemenkes Diperbantukan di Parmout
Ilustrasi PCR Test. Shutterstock

SULTENG RAYA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) mendapat bantuan satu unit mobil laboratorium bergerak surveilans yang digunakan untuk meneliti hasil tes PCR. Mobil yang memiliki peralatan lengkap tersebut berasal dari Kementerian Kesehatan Balai Besar Laboratorium Makassar  lengkap dengan tujuh orang petugasnya yang akan diperbantukan di Parmout selama masa pandemi Covid-19. Artinya mobil itu hanya diperbantukan, bukan diberikan menjadi milik Pemda Parmout.

Sekretaris Daerah (Sekda) Parmout, Zulfinasran mengatakan, bantuan mobil itu berdasarkan permintaan Pemda Parmout ke Kementerian Kesehatan sebagai upaya untuk mempercepat hasil pemeriksaan tes PCR. Pasalnya kata Zulfinasran keterlambatan hasil pemeriksaan PCR terkadang menjadi polemik di rumah sakit ketika ada pasien meninggal dunia dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan hasil rapid antigen namun hasil tes PCR-nya belum keluar. Keluarga pasien tidak percaya keluarganya meninggal disebabkan Covid-19 karena hasil tes PCR belum keluar sehingga menolak dilakukan proses pemakaman sesuai standar Covid-19.

“Dengan arahan pimpinan kita menyurat ke Kementerian Kesehatan dan alhamdulillah direspon, dan kemarin (Senin,red) sudah tiba mobilnya. Kita berharap mobil laboratorium PCR mobile ini bisa bertahan di daerah kita sampai dengan trend Covid-19 sudah menurun,” ujar Zulfinasran kepada wartawan usai upacara peringatan hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan RI ke-76 di kantor Bupati Parmout, Selasa (17/8/2021).

Zufinasran menambahkan, berdasarkan hasil pada rapat bersama tim gugus Covid-19 Parmout, disepakati bahwa mobil tersebut akan ditempatkan pada satu titik di Parigi yang tidak lagi berpindah-pindah tempat.

“Petugas-petugas surveilans yang ada kecamatan melalui PKM akan nanti menyetor hasil sampelnya ke Dinas Kesehatan . Begitu juga di rumah sakit sampelnya disetor ke Dinas Kesehatan. Nanti dari Dinas Kesehatan akan memberikan sampel tersebut ke petugas laboratorium untuk diperiksa. Namun kita minta sampel-sampel itu diberi tanda mana pasien yang kritis, gejala berat, sedang, ringan. Sampel dari pasien yang kritis dan gejala berat yang didahulukan untuk diperiksa. Pemeriksaan sampel akan dilakukan mulai pagi jam 08.00 Wita. Satu hari bisa 100 sampai 200 sampel yang bisa diperiksa dan hasilnya bisa diketahui dalam waktu paling lama empat jam,”jelasnya.

Zulfinasran juga menambahkan, jika ada permintaan pemeriksaan tes PCR dari kabupaten lain juga akan dilayani namun tetap diprioritaskan pemeriksaan sampel dari masyarakat Parmout. 

sultengraya.com


BERITA TERKAIT