Okupansi Perhotelan di Yogyakarta Merangkak Naik
KRJOGJA.COM | 14/06/2021 14:45
Okupansi Perhotelan di Yogyakarta Merangkak Naik
Melia Purosani Hotel Yogyakarta

YOGYA, KRJOGJA.com – Tingkat hunian hotel baik bintang maupun non bintang mengalami peningkatan dikisaran 25 hingga 30 persen pasca tidak diberlakukannya larangan mudik Lebaran mulai 18 Mei 2021 lalu. Peningkatan okupansi perhotelan ini berkat DIY masih menjadi pilihan utama kegiatan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) yang setidaknya memberikan andil atau kontribusi terhadap okupansi setidaknya 15 persen.

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan okupansi perhotelan di DIY mulai mengalami kenaikan setelah larangan mudik tidak diberlakukan. Kenaikan tingkat hunian hotel ini menjadi angin segar karena realisasi capaian okupansi perhotelan DIY sangat mengenaskan pada libur Lebaran tahun ini.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah 52 tahun berdirinya PHRI, baru kali ini okupansi perhotelan di DIY hanya maksimal 7 persen pada saat momentum high season Idul Fitri. Peningkatan mulai dirasakan setelah larangan mudik tidak diberlakukan dan puncaknya peningkatan okupansinya mencapai rata-rata 50,8 persen terjadi pada 29 Mei 2021,” paparnya di Yogyakarta, Minggu (13/6/2021).

“Kami bahkan menyambut baik program Work From Jogja yang digulirkan Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, hanya kita butuh koordinasi selanjutnya. Kami sangat mendukung program ini dan sangat bisa dilakukan dilakukan baik hotel bintang maupun non bintang,” tandasnya.

General Manager Hotel Ruba Grha Yogyakarta ini mengungkapkan sebelum digulirkan rencaa program Work From Jogja, pihaknya sudah menggencarkan program MICE di DIY. Berkat MICE ini, setidaknya mampu berkontribusi terhadap peningkatan okupansi perhotelan di DIY hingga 15 persen.

“Kita sudah mulai mendapatkan angin segar dari MICE ini. Yang sekarang kita minta, jangan ada lagi kebijakan mendadak dan berubah-ubah. Mari kita bersama bergerak, ekonomi jalan begitupula protokol kesehatan jalan dengan baik. Ini yang harus kita garis bawahi, keduanya baik ekonomi dan kesehatan harus sama-sama jalan,” pungkas Deddy.

krjogja.com


BERITA TERKAIT