Kasus Meluas, Disediakan Bangsal Corona Khusus Anak di Sukoharjo
KRJOGJA.COM | 09/07/2021 20:16
Kasus Meluas, Disediakan Bangsal Corona Khusus Anak di Sukoharjo
Kampanye #MediaLawanCovid untuk perlindungan anak-anak dari virus Covid-19 (Istimewa)

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Bangsal perawatan kasus virus Corona khusus anak disediakan di rumah sakit rujukan. Jumlah bed atau tempat tidur yang disediakan sebanyak 16 bed. Penyediaan tersebut dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo setelah melihat banyak kasus virus Corona terjadi pada anak.

Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Jumat (9/7/2021) mengatakan, kasus positif virus Corona terjadi tidak hanya pada orang dewasa saja, melainkan juga anak. Penanganan khusus dilakukan pada anak salah satunya dengan membutuhkan bangsal perawatan di rumah sakit. Sebab kasus positif virus Corona pada anak dengan kondisi yang tidak memungkinkan tetap harus dirawat inap di rumah sakit.

Kasus virus Corona pada anak selama ini ditangani menggunakan fasilitas kesehatan yang sama dengan pasien pada umumnya. Yunia mengatakan, dengan semakin banyak kasus positif virus Corona pada anak yang dirujuk ke rumah sakit membuat DKK Sukoharjo akhirnya menyediakan bangsal khusus perawatan anak. Rumah sakit yang menyediakan bangsal tersebut yakni RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.

Yunia menjelaskan, di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo adalah bangsal umum anak yang dikonversi menjadi bangsal perawatan virus Corona untuk pasien anak. “Disediakan bangsal perawatan khusus anak terkonfirmasi virus Corona di rumah sakit. Jumlah yang disediakan sekitar 16 bed,” ujarnya.

Yunia Wahdiyati, mengatakan, berdasarkan data perkembangan 4 Juli 2021 diketahui kasus positif virus corona dengan gejala ditemukan sebanyak 4.783 kasus atau bertambah 381 kasus, jumlah kasus aktif 629 kasus terdiri dari rawat inap 175 kasus dan isolasi mandiri 454 kasus, jumlah meninggal dunia 516 kasus atau bertambah 15 kasus, jumlah sembuh 3.638 kasus atau bertambah 234 kasus.

Konfirmasi positif virus Corona tanpa gejala jumlah ditemukan 3.093 kasus atau bertambah 100 kasus, jumlah kasus aktif 78 kasus menjalani isolasi mandiri, jumlah kasus sembuh 3.015 kasus atau bertambah 107 kasus. “Akumulasi per 4 Juli 2021 diketahui ada tambahan kasus terkonfirmasi positif virus Corona dengan gejala dan tanpa gejala 481 kasus. Rinciannya dengan gejala 381 kasus dan tanpa gejala 100 kasus. Meninggal dunia tambah 15 kasus dan sembuh terakumulasi 341 kasus dengan rincian sembuh dengan gejala 234 kasus dan sembuh tanpa gejala 107 kasus,” ujarnya.

Data suspek jumlah ditemukan 1.786 kasus atau bertambah 7 kasus, jumlah kasus aktif 194 kasus terdiri dari isolasi mandiri 15 kasus dan rawat inap rumah sakit 186 kasus. Jumlah meninggal dunia 27 kasus, jumlah selesai isolasi mandiri 778 kasus. Bukan virus Corona sebanyak 780 kasus dengan penjelasan, jumlah hasil swab negatif 770 kasus dan jumlah dengan diagnosa akhir penyakit lain 10 kasus.


Akumulasi kontak erat jumlah ditemukan 16.287 kasus, isolasi mandiri 1.904 kasus dan selesai pemantauan 14.509 kasus. Rata-rata usia kasus positif virus Corona berusia dewasa atau produktif yaitu berumur 40,77 tahun atau 18,317 dengan usia termuda pada bayi baru lahir dan usia tertua 100 tahun.

Berdasarkan kelompok umur tertinggi pada usia dewasa 26-59 tahun sebanyak 4.895 kasus atau 62,2 persen. Sedangkan pada usia rawan ada 48 kasus pada bayi 0,6 persen, 184 kasus balita 2,3 persen, 466 kasus anak-anak 5,9 persen dan 1.190 kasus lansia 15,1 persen. Dilihat dari jenis kelamin kasus positif virus Corona pada perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Rinciannya, pada perempuan sebanyak 4.119 kasus atau 52,3 persen dan laki-laki sebanyak 3.757 kasus atau 47,7 persen.

Hasil pengobatan jumlah kasus meninggal dunia sebanyak 516 kasus atau 6,6 persen. Rinciannya terdiri dari 254 kasus dari 1.190 kasus atau 21,3 persen pada usia diatas 60 tahun atau usia lanjut. Sedangkan pada usia dewasa 26-59 tahun sebanyak 258 kasus dari 4.895 kasus atau 5,3 persen terdapat 3 kasus kematian pada usia remaja dari 1.093 kasus atau 0,3 persen. Jumlah kasus positif virus Corona sembuh sebanyak 6.653 kasus. Angka kesembuhan mencapai 84,50 persen. Angka kesembuhan tertinggi pada bayi sebesar 95,8 persen, disusul usia remaja sebesar 91,6 persen dan terendah pada usia lanjut 70,8 persen.

 

krjogja.com


BERITA TERKAIT