Parangtritis Membludak, Ratusan Bus dan Mobil Putar Balik
KRJOGJA.COM | 19/09/2021 16:10
Parangtritis Membludak, Ratusan Bus dan Mobil Putar Balik
Wisatawan menikmati Pantai Parangtritis di Bantul, DI Yogyakarta, Minggu 5 Januari 2020. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/ama

BANTUL, KRJOGJA.com – Pengunjung objek wisata di kawasan Pantai Parangtritis Kretek Bantul tidak bisa dibendung. Minggu (19/9/2021) ribuan pengunjung masuk ke objek wisata menyebar di Pantai Parangendog hingga Parangkusumo, walaupun sampai saat ini masih diberlakukan PPKM level 3 yang belum boleh membuka objek wisata untuk pengunjung, kecuali objek wisata untuk percobaan. Juga imbauan Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Bantul, agar pengunjung sabar untuk sementara tidak ke Parangtritis dulu. Terutama warga dari luar daerah. Karena selama pemerintah pusat belum mengijinkan membuka objek wisata. Parangtritis masih tetap ditutup. Semua itu untuk pengendalian dan mencengah dan penularan covid-19.

Sementara petugas gabungan dari Polres, Dishub, Dinas Pariwisata, Satpol PP Bantul maupun Satlinmas DIY Minggu melakukan penyekatan kendaraan wisata yang akan masuk ke Parangtritis. Ratusan bus dan mobil dicegat di selatan jembatan Kretek dan diarahkan untuk putar balik ke timur menuju Pundong atau Imogiri. Di lokasi tersebut akan dijaga mulai pukul 08.00 hingga pukul 18.00 WIB. “Kami akan berjaga mulai pukul 08.00 hingga pukul 18.00 WIB,” papar Kasi Turjawali Satlantas Polres Bantul Ipda Sigit saat di lokasi penyekatan.

Tetapi menurut Kasi ODTW Dinas Pariwisata Bantul, Joko Witolo SH didampingi Koordinator TPR Parangtritis, Rohmad Ritwanto, bus dan mobil atau pengunjung yang masuk ke lokasi pantai Parangtritis datang sebelum petugas mulai penyekatan, bahkan ada yang datang tengah malam atau pagi dini hari.

Joko mengatakan, selama diberlakukan PPKM , kawasan wisata Parangtritis ditutup dan tidak ada penarikan retribusi. Petugas hanya piket jaga di Pos TPR saja. “Pernah ada rombongan pengunjung yang mau bayar retribusi tetapi tetap kami tolak,” papar Joko.

Sedangkan Koordinator Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Bantul, Yulius Suharta menekankan pihaknya bersama TNI- Polri dan Kejari tetap melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku. Seperti Sabtu (18/9/2021) malam, pihaknya bersama TNI- Polri membubar beberapa titik kerumunan di JJLS dan di Lapangan Paseban Bantul.

krjogja.com


BERITA TERKAIT