Perkuat Atraksi Budaya, Yogyakarta Hadirkan Bregada Rakyat Malioboro
KRJOGJA.COM | 10/11/2021 16:29
Perkuat Atraksi Budaya, Yogyakarta Hadirkan Bregada Rakyat Malioboro
Seni instalasi berupa panji dengan aksara Jawa dan bunga di kawasan wisata Malioboro Yogyakarta. TEMPO | Shinta Maharani

YOGYA, KRJOGJA.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI mendukung program Dinas Pariwisata (Dispar) DIY meluncurkan Atraksi Budaya Bregada Rakyat Malioboro. Bregada Rakyat Malioboro yang terdiri dari Bregada Saeko Kapti, Bregada Wirososro, Bregada Rekso Winongo dan Bregada Suryatmaja hadir sebagai ciri destinasi dan atraksi wisata berbasis kearifan lokal sekaligus wujud pelestarian budaya di DIY.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Pariwisata Kemenparekraf RI Rizki Handayani mengatakan daya tarik wisata Yogyakarta terletak pada kekayaan warisan budayanya. Adapun salah satu warisan budaya Yogyakarta potensial dan patut diperkenalkan ke hadapan publik adalah Bregada Rakyat, yakni prajurit ala kraton yang kemudian berkembang di masyarakat sebagai sebuah kesenian. Bregada Rakyat telah berperan penting, tidak hanya sebagai ikon pariwisata, namun juga petugas pengawal protokol kesehatan di kawasan Malioboro selama pandemi Covid-19 ini.

“Atraksi Bregada Rakyat Malioboro ini merupakan salah satu upaya kerja sama antara Kemenparekraf RI bersama Dinas Pariwisata Provinsi DIY dalam rangka penguatan atraksi budaya, sehingga menjadi sebuah ciri maupun menjadi atraksi/daya tarik DIY ini. Kami berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan,” ujarnya di sela-sela peluncuran Atraksi Budaya Bregada Rakyat Malioboro di Grand Inna Malioboro, Selasa (9/11/2021).

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo menyampaikan Bregada Rakyat sendiri memang sudah menjadi ikon pariwisata yang memperkaya khasanah warisan dan atraksi budaya di wilayah kota Yogyakarta. Tercatat telah mencapai ratusan komunitas Bregada Rakyat yang tersebar di seluruh wilayah DIY saat ini. Bregada adalah seni keprajuritan yang berasal dari Kraton Yogyakarta.

“Saking cintanya masyarakat kemudian membentuk Bregada Kerakyatan dan sekarang ini Dispar DIY melakukan revitalisasi Bregada Kerakyatan yang berjaga di Malioboro. Kami dibantu Kemenparekraf RI, di Deputi Pengembangan Produk Wisata dan Kegiatan atau Event bersama-sama untuk merevitalisasi dari sisi tata lampah, tata gendhing dan tata busana. Tentu ini akan menjadikan Bregada Kerakyatan yang berjaga di Malioboro akan semakin lebih menarik, akan semakin menjadi daya tarik pariwisata sehingga pariwisata Yogyakarta akan semakin lebih istimewa lagi,” tuturnya.

Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridho Mardowo Kraton Yogyakarta KPH Notonegoro menyatakan, kegiatan launching bregada rakyat Malioboro sangat inovatif dan tidak ditemukan sebelumnya di daerah lain. ‎Karena kegiatan itu tidak hanya membutuhkan inovasi tapi juga keberanian. Untuk itu pihaknya berharap kedepan bisa lebih banyak lagi kegiatan serupa. Mengingat saat ini perkembangan kebudayaan di dunia mengalami persaingan yang sangat ketat.

“Saya sangat mengapresiasi keberanian dari Kemenparekraf untuk melakukan berbagai investasi di bidang kebudayaan. Karena tidak bisa dipungkiri saat ini zamannya sudah berbeda,dimana negara di dunia tidak ‎berebut pengaruh lewat kekuatan militer atau politik. Pasalnya saat ini justru yang digunakan lewat kekuatan budaya,” kata KPH Notonegoro.

Komentar senada diungkapkan Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana. Menurutnya, launching launching bergodo rakyat Malioboro diharapkan bisa mendorong kebangkitan pariwisata dan pendidikan di DIY yang dalam beberapa waktu terakhir sempat terpuruk akibat pandemi Covid. Karena keberadaan bergodo tersebut tidak sekadar menunjukkan kekhasan yang dimiliki oleh DIY, tapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Dengan begitu bisa mendorong pergerakan pariwisata di DIY. “Mudah-mudahan dengan adanya inovasi ini pariwisata dan pendidikan di DIY bisa kembali bangkit. Apabila pariwisata bisa membaik diharapkan ekonomi kreatif bisa kembali bergerak, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi di DIY,” imbuhnya.

krjogja.com

 


BERITA TERKAIT