Prambanan-Borobudur Resmi Untuk Acara Keagamaan Indonesia dan Dunia
KRJOGJA.COM | 12/02/2022 14:05
Prambanan-Borobudur Resmi Untuk Acara Keagamaan Indonesia dan Dunia
Wisatawan sedang menikmati keindahan matahari terbit di Candi Borobudur. Dok. Kemenparekraf

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah menyepakati Candi Prambanan dan Borobudur dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan umat Hindu dan Buddha Indonesia dan dunia. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepakatan Pemanfaatan Candi Prambanan dan Candi Borobudur untuk Kepentingan Agama Umat Hindu dan Umat Buddha Indonesia dan Dunia yang ditandatangani bersama, Jumat (11/2/2022).

Secara luring, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menandatangani di Pendopo Komplek Kepatihan disaksikan secara daring melalui sambungan Zoom oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud-Ristek Hilman Farid serta gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Komang Sri Marheni hadir secara luring bersama Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet, Koordinator Staf Khusus Presiden AA GN Ari Dwipayana, dan Direktur Urusan Agama Hindu Trimo, Tokoh Hindu Nyoman Warta, Untung Waluyo, Anak Agung Ketut Darmaja dan Anak Agung Ngurah Wirawan.

Menag Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan, pihaknya menyambut baik penandatangaan Nota Kesepakatan tersebut. Menurut Gus Yaqut, hal tersebut semakin menguatkan keselarasan dan kerjasama semua pihak untuk bersama-sama mengembangkan dan memanfaatkan candi dalam perspektif nilai spiritual kebudayaan.

“Melalui Nota Kesepakatan ini, semua stakeholder dapat mengidentifikasi peran dan ruang yang dapat diakses masing-masing. Kepada umat Hindu dan umat Buddha beserta seluruh organisasi keagamaannya, kami berharap dapat mengambil momentum ini untuk menggelar berbagai aktivitas keagamaan. Silakan mempersiapkan berbagai agenda untuk ibadah keagamaan umat Hindu dan umat Buddha Indonesia serta dunia,” ungkap Menag.

Gus Yaqut menambahkan, pemanfaatan Candi Prambanan dan Candi Borobudur untuk kegiatan keagamaan juga sebuah langkah nyata pemerintah dalam merealisasikan program strategis destinasi wisata superprioritas yang dicanangkan Presiden Jokowi. Sisi-sisi menarik kedua candi bisa tereksplorasi maksimal baik itu spiritual, kebudayaaan dan keindahan alamnya.

“Pengembangan dan pemanfaatan destinasi religi Candi Prambanan dan Candi Borobudur secara integratif dan inklusif ini harus dimaknai sebagai salah satu aspek penting dalam program pelestarian candi sebagai cagar budaya, peninggalan luhur nenek moyang bangsa Indonesia yang sealigus menjadi warisan dunia,” sambungnya.

Selama ini pemanfaatan kedua candi untuk giat keagamaan umat Hindu dan Buddha dunia sudah sangat dinantikan. Selain menunjukkan bagaimana Indonesia memiliki keragaman budaya yang luar biasa, hal ini juga menunjukkan Indonesia menghargai segala keragaman, termasuk keragaman keyakinan. 

“Pemanfaatan ini juga sebagai salah satu bentuk implememtasi moderasi beragama dan tekad pemerintah memberikan jaminan kepada umat beragama dalam menjalankan ibadahnya,” pungkasnya.

Sementara, Sultan yang menjadi tuan rumah mengingatkan pesan Presiden Jokowi dalam sambutan Dharmasanti Nasional 2021 bahwa Candi Prambanan (tempat ibadah umat Hindu) yang dibangun bersebelahan dengan Candi Sewu (tempat ibadah umat Buddha), menunjukkan bahwa hidup berdampingan sudah terjadi sejak masa lalu. Prambanan menunjukkan Bhineka Tungga Ika yang sudah terwujud sejak masa lampau.

“Hidup berdampingan antar umat beragama menjadi wujud Bhineka Tunggal Ika diaktualisasikan sebagai semangat dan strategi integrasi bangsa. Dengan semangat bhineka tunggal ika, Nota Kesepakatan yang kita tandatangani hari ini menjadi semangat terwujudnya moderasi beragama, kohesi sosial, dan kerukunan umat beragama di Indonesia,” tandas Sultan.

Menurut Sultan, pemanfaatan Candi Prambanan, Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Pawon untuk tujuan keagamaan akan berfokus pada nilai-nilai spiritual pendidikan dari situs tersebut. Jadi, ketika masyarakat berkunjung tidak hanya melihat keindahan candi, tapi juga menyaksikan kegiatan peribadatan umat Hindu dan Buddha. 

krjogja.com


BERITA TERKAIT