Cerita Petugas Pos Informasi Malioboro, dari Laporan Kunci Hilang hingga Terpisah Rombongan
KRJOGJA.COM | 08/05/2022 13:40
Cerita Petugas Pos Informasi Malioboro, dari Laporan Kunci Hilang hingga Terpisah Rombongan

YOGYA, KRJOGJA.com – Puluhan ribu wisatawan mengunjungi Malioboro setiap hari selama libur Lebaran kali ini. Kemacetan, parkir susah dan mahal ternyata tak menyurutkan niat para pelancong untuk menjejakkan kaki di pusat kota Yogyakarta ini.


Beberapa hari ini media sosial diramaikan dengan ulah para turis lokal yang memarkirkan kendaraannya di bahu Jalan Malioboro. Petugas Dinas Perhubungan dan Polisi pun sibuk menindak, menilang hingga mengunci ban para pelanggar.

Para pelancong tampaknya berusaha melakukan segala hal untuk bisa berhenti di Malioboro dan berwisata. Tak hanya itu, Jumat (06/05/2022) kemarin, tampak pula para keluarga yang menggelar koran hingga tikar di pedestrian sisi timur, untuk sekedar duduk bahkan membuka bekal makanan dan makan siang.

Berbagai kejadian menarik lain pun terjadi sepanjang musim liburan kali ini. Beberapa di antaranya direkam ingatan oleh para petugas pos informasi salah satunya di Teras Malioboro II yang berada tepat di sebelah utara Kantor DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kevin Saputra, salah satu petugas pos yang berbincang dengan wartawan di Teras Malioboro II mengaku selama bertugas menemukan beberapa hal lucu. Salah satunya seorang bapak asal Banjarnegara yang terpisah dari keluarganya sesaat setelah kekuar dari hotel.

“Itu kan aneh, terpisah dari depan hotel yang harusnya kan masih bareng-bareng. Ternyata ditinggal cari servis elektronik oleh keluarganya. Beliau diarahkan ke pos dan menunggu hingga pukul 12 malam, akhirnya ya ketemu sama keluarganya,” ungkapnya tersenyum.

Beberapa kali pula terjadi wisatawan terpisah dari rombongan di Malioboro, seperti yang dialami bocah 13 tahun asal Jakarta Timur yang harus kebingungan mencari keluarganya. Oleh para petugas pos, orang-orang terpisah dari keluarga itu diumumkan melalui siaran radio Widoro yang mengudara di sepanjang Malioboro.

“Biasanya kami siarkan, lalu nanti didatangi di pos Teras Malioboro ini. Selain orang terpisah biasanya kunci hilang atau tercecer sering juga ada laporan. Kalau copet, sampai hari ini tidak ada laporan. Kami terus himbau agar wisatawan berhati-hati menjaga barangnya juga membuang sampah pada tempatnya,” tandas dia.

Kunjungan wisatawan di Malioboro diprediksi masih akan terus terjadi hingga akhir pekan ini. Rekayasa lalu-lintas dilakukan yakni membuat akses masuk Malioboro hanya satu pintu melalui Jalan Mataram saja.

 

krjogja.com


BERITA TERKAIT