Tumpeng Menoreh, Destinasi Wisata dengan Pemandangan 3 Gunung
KRJOGJA.COM | 10/05/2022 15:39
Tumpeng Menoreh, Destinasi Wisata dengan Pemandangan 3 Gunung

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Tumpeng Menoreh, destinasi wisata satu ini sempat viral di medsos. Pasalnya dari sini kita bisa memperoleh pemandangan (view) 3 gunung sekaligus: Merapi, Merbabu dan Sindoro-Sumbing.

Selain panorama alam yang mengagumkan, dari resto yang buka 24 jam ini kita juga dapat menyaksikan sunset dan sunrise.

Tumpeng Menoreh letaknya di antara Magelang Jawa Tengah dan Kulonprogo Yogyakarta, tepatnya di desa Ngargoretno.

Seperti namanya, restoran ini memiliki bangunan berbentuk heksagonal dan berbentuk seperti tumpeng, serta dibangun persis di kawasan perbukitan Menoreh.

Tumpeng Menoreh dibuka pada Mei 2021 dan dibangun oleh musisi Erix Soekamti yang juga melibatkan masyarakat dan pemuda setempat yang dinamakan komunitas Gelangprojo.

Erix menerangkan, dirinya ingin mengembangkan wisata Gelangprojo untuk membantu masyarakat setempat dalam mengangkat potensi wisata di daerahnya.

Gelangprojo merupakan sebuah kawasan wisata yang terletak di tiga kabupaten sekaligus, yaitu Magelang, Kulon Progo, dan Purworejo.

“Jadi kami itu Gelangprojo bikin zona secara mandiri, ya, artinya mandiri gerakan masyarakat tanpa bantuan pemerintah.”

“Swadaya kami menggerakkan semuanya. Kami bikin zona jadi biar enggak bertabrakan, tidak ada ego sentral, semuanya bisa bersinergi dengan cara membuat zona sesuai potensinya,” kata Erix.

Ia menjelaskan, nama Tumpeng Menoreh berasal dari perpaduan bukit yang bentuknya seperti tumpeng dan Menoreh sebagai lokasinya.

“Kenapa diberi nama Tumpeng Menoreh? Karena kami punya ikon di bukit belakang bentuknya kayak tumpeng. Kemudian, Menoreh itu karena terletak di perbukitan Menoreh,” kata Erix.

“Tumpeng sendiri kan filosofinya doa ya, tumpeng itu media doa untuk orang-orang Jawa bersyukur,” tambah dia.

Ia berharap, nama Tumpeng Menoreh bisa menjadi doa yang baik dan rasa syukur untuk semua orang.

Kalau ditempuh dari Yogyakarta jaraknya sekitar 35 kilometer. Masuknya dari kebun teh Nglinggo. Jalan menuju atas sudah beraspal, tidak terlalu curam, tapi cukup menantang bagi yang bawa mobil karena akan repot kalau papasan dengan mobil dari arah berlawanan.


Tapi percayalah, sampai di atas, segala pegal bakal terbayarkan!

Bagaimana tidak? Beda dengan tempat wisata kaki langit yang sudah ada, tempat ini tidak berusaha terlalu keras memasang banyak spot untuk ‘gimmick’ supaya ‘instagrammable’. Kita hanya diajak menikmati dan menjadi bagian dari keindahan pemandangan yang ada.

Spot yang paling tinggi tentu saja di puncak ‘Tumpeng’-nya. Dari lantai yang mirip helipad ini, kita bisa menikmati pemandangan 3 gunung yang disebut di atas tadi secara 360 derajat.

Buat yang mau berkunjung, tempat ini buka 24 jam. Jadi bisa memilih mau melihat sunrise, sunset, atau pemandangan kota di malam hari. Cukup dengan HTM Rp 25.000 atau Rp 50.000 sudah termasuk voucher makan Rp 25.000.

 

krjogja.com


BERITA TERKAIT