Jalan Gambiran Kota Yogya Akan Dibuat Satu Arah ke Selatan
KRJOGJA.COM | 19/08/2022 13:15
Jalan Gambiran Kota Yogya Akan Dibuat Satu Arah ke Selatan
Kendaraan melintas di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta, DI Yogyakarta, Sabtu, 18 April 2020. Selama masa pandemi COVID-19, sejumlah ruas jalan di Yogyakarta kembali ramai oleh aktivitas warga di luar ruang yang dapat menghambat upaya penanganan penyebaran virus Corona (COVID-19). ANTARA

YOGYA, KRJOGJA.com – Manajemen rekayasa lalu lintas di Kota Yogya akan kembali diterapkan. Kali ini titik fokus di wilayah Yogya selatan yakni Jalan Gambiran yang akan diterapkan menjadi satu arah ke selatan.


Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Yogya Windarto, menungkapkan manajemen rekayasa lalu lintas di Jalan Gambiran sudah menjadi kebutuhan seiring tingginya aktivitas lalu lintas di sana. “Sesuai rencana akhir bulan ini akan kita uji coba,” tandasnya, Kamis (18/8/2022).

Sosialisasi kepada masyarakat sekitar Jalan Gambiran terkait rencana penerapan arus lalu lintas satu arah, imbuhnya, juga sudah dilakukan. Masyarakat sekitar tidak mempermasalahkan rencana arus satu arah di Jalan Gambiran. Hal ini karena ada beberapa ruas jalan subtitusi untuk menuju arah utara misalnya lewat Jalan Gambir Sawit dan Gambir Sari yang tembus di Jalan Gambir Anom.

Windarto mengaku, pihaknya tengah menyiapkan rambu untuk penerapan arus lalu lintas searah di Jalan Gambiran. Rambu tersebut diharapkan sudah terpasang sepekan sebelum masa uji coba. Akan tetapi, untuk sementara rambu tersebut akan ditutup terlebih dahulu dan baru dibuka ketika uji coba diterapkan.

“Selain rambu, spanduk menyangkut imbauan arus satu arah juga akan kami pasang,” imbuhnya.

Penerapan satu arah akan diberlakukan dari simpang empat SPBU Gambiran ke selatan hingga titik pertemuan Jalan Pramuka. Pemberlakuan manajemen rekayasa lalu lintas itu pun selama 24 jam. Selama ini Volume Capacity (VC) rasio atau perbandingan volume arus lalu lintas yang melintas dengan kapasitas jalan di Jalan Gambiran sudah mencapai 0,93. Kondisi tersebut menunjukkan volume kendaraan yang melintas tinggi.


Sedangkan lebar Jalan Gambiran tidak besar yakni berkisar 4,5 meter sampai 5 meter. Kepadatan arus kendaraan paling dirasakan saat pagi dan sore hari.


Selain menjadi akses vital pengendara, kepadatan arus lalu lintas juga dipengaruhi aktivitas ekonomi di kawasan itu. Di antaranya keluar masuk armada besar di gudang material maupun perusahaan otobus maupun akses pendidikan dan warung di sana.

Selain itu pemberlakuan arus lalu lintas satu arah juga untuk menghilangkan konflik atau pertemuan kendaraan di sekitar simpang tiga Jalan Gambiran dan Jalan Pramuka. Selama ini saat arus lalu lintas dua arah, kendaraan dari selatan yang menuju utara ke Jalan Gambiran akan memotong arus kendaraan dari Jalan Pramuka.

“Kendaraan dari selatan yang ke utara menuju Jalan Gambiran itu memotong arus sehingga ada konflik atau persilangan kendaraan. Di situ hambatan sampingnya cukup tinggi sehingga potensi kecelakaan lalu lintas cukup signifikan. Makanya untuk menghilangkan konflik itu Jalan Gambiran dibuat satu arah ke selatan,” paparnya.

 

**


BERITA TERKAIT