KPA Papua: Perlu RS Khusus Tangani ODHA
METROMERAUKE.COM | 20/09/2021 08:25
KPA Papua: Perlu RS Khusus Tangani ODHA
Seorang waria menunjukkan selebaran bertuliskan 'NO AIDS!' saat sosialisasi AIDS pada pengguna jalan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia di Jl. Tugu Malang, Jawa Timur, 1 Desember 2015. Dinas kesehatan Kota Malang mencatat dari tahun 2014 hingga 2015 terdapat sebanyak 3.800 orang terjangkit virus HIV/AIDS dan 45 diantaranya meninggal dunia. TEMPO/Aris Novia Hidayat

Metro Merauke – Komisi Penanggulangan Aids atau KPA Provinsi Papua berharap, ada rumah sakit (RS) khusus menangani orang dengan HIV dan AIDS (ODHA).

Pernyataan itu dikatakan Ketua KPA Papua, Yan Matuan dalam pertemuan dengan komisi bidang kesehatan DPR Papua beberapa hari lalu.

Menurutnya, dengan adanya RS khusus, semua ODHA dapat mendapatkan pelayanan kesehatan di sana. 

“Rumah sakit itu dibangun, apakah di Kota Jayapura atau tempat lain. Namun rumah sakit itu kami harap dilengkapi sarana dan prasarana memadai,” kata Yan Matuan ketika itu.

Sarana pendukung yang diniali perlu ada, di antaranya tempat tinggal bagi ODHA. Mereka juga diharapkan memiliki pekerjaan, agar tidak stres.

KPA Papua berharap, Komisi V DPR Papua yang membidangi kesehatan, dapat membatu memperjuangkan pembangunan RS khusus ODHA. 

Katanya, KPA Papua selama ini juga terkendala anggaran. Sebab, pihaknya hanya bergantung pada dana hibah dari Gubernur Papua. 

Ketua Komisi V DPR Papua, Timiles Yikwa juga berpendapat, perlu ada RS khusus menangani ODHA. Rumah sakit itu mesti dilengkapi tenaga perawat dan fasilitas memadai. 

“Kami berharap, pemerintah dapat menyiapkan sarana dan prasarana bagi pelayanan ODHA untuk memutus mata rantai penyebarannya,” kata Timiles Yikwa.

metromerauke.com


BERITA TERKAIT