WNA Keluhkan Mesin X-Ray Pelabuhan SbP yang Rusak, BC Tanjungpinang Minta Maaf
HARIANKEPRI.COM | 12/05/2022 14:00
WNA Keluhkan Mesin X-Ray Pelabuhan SbP yang Rusak, BC Tanjungpinang Minta Maaf

TANJUNGPINANG (HAKA) – Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura dan Malaysia, yang datang melalui terminal internasional Pelabuhan Sribintan Pura, Kota Tanjungpinang mengeluh.

Keluhan ini pun mereka sampaikan ke
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudi Chua. Menurut Rudi, sejumlah WNA itu mengeluhkan pemeriksaan barang bawaan mereka yang dilakukan secara manual oleh petugas Bea Cukai (BC) Tanjungpinang.

Hal itu dikarenakan mesin X-ray di terminal internasional Pelabuhan SbP sudah sejak sepekan terakhir ini mengalami kerusakan.

“Beberapa WNA mengeluhkan karena pemeriksaan itu dilakukan secara manual, barang bawaan mereka harus dibuka dan diaduk semua. Dan di dalamnya itu tentu ada barang-barang pribadi mereka. Tentu ini menjadi keluhan,” katanya kepada hariankepri.com, Kamis (12/5/2022).

Selain itu lanjutnya, dengan proses pemeriksaan secara manual tersebut, juga membuat proses pemeriksaan menjadi lebih lama. Dampaknya, para WNA itu harus menunggu cukup lama untuk keluar dari terminal itu.

“Sehingga kerap terjadi antrean panjang. Ini jugakan tentu menimbulkan ketidaknyamanan,” tuturnya.

Rudi yang juga pengusaha di bidang perhotelan ini berharap, kondisi ini bisa dapat segera di atasi. Karena menurutnya, jika terlalu lama dibiarkan akan mengganggu kunjungan wisatawan asing (wisman) di Kota Tanjungpinang yang saat ini sudah mulai berangsur pulih.

“Saya kira ini perlu menjadi perhatian supaya bisa segera di atasi,” tegas Anggota DPRD Provinsi Kepri Dapil Kota Tanjungpinang ini.

Humas BC Tanjungpinang, Dekki N Rahmat ketika dikonfirmasi terkait kerusakan mesin X-ray itu membenarkan, bila mesin tersebut sudah rusak sejak sepekan terakhir.

“Iya, rusaknya itu sejak tanggal 6 Mei. Kerusakan karena faktor teknis,” ujarnya.

Dia melanjutkan, karena kerusakan tersebut, membuat pihaknya terpaksa harus melakukan pemeriksaan secara manual. Pihaknya, pun tak memungkiri, karena pemeriksaan manual tersebut, membuat proses pemeriksaan bisa menjadi lebih lama dan dikeluhkan oleh para penumpang.

Selain itu, pihaknya juga tidak menampik sejak mesin x-ray tersebut rusak, pemeriksaan barang bawaan penumpang menjadi kurang maksimal.

Namun, pihaknya mengklaim, selama mesin itu rusak tidak ada ditemukan barang-barang terlarang yang dibawa oleh para penumpang.

“Terkait ketidaknyamanan ini kami mohon maaf, karena adanya kendala teknis dalam pemeriksaan terutama karena kerusakan mesin x-ray,” tuturnya.

Sejauh ini lanjutnya, upaya yang telah dilakukan oleh pihaknya untuk mengatasi hal tersebut yakni dengan menyurati Kantor Pusat BC, agar dapat segera didatangkan teknisi serta sparepart untuk mengatasi kerusakan mesin tersebut.

“Kita harapkan proses perbaikannya minggu ini selesai, dan minggu depan bisa berjalan seperti biasa,” ucapnya.

Sementara itu, sepanjang pantauan di lapangan, mesin x-ray yang mengalami kerusakan tersebut terlihat belum mendapatkan penanganan dari para teknisi.

 

Harian Kepri.


BERITA TERKAIT