Tradisi Resik Kubur di Panembahan Desa Kalikudi
SATELITPOST.COM | 25/01/2019 19:30
Tradisi Resik Kubur di Panembahan Desa Kalikudi
Resik Kubur Adat Tradisi Anak Putu (ATAP) Desa Kalikudi, Kamis, (24/1/2019).SATELITPOST/AHMAD ANDRIAN

Masyarakat yang tergabung di dalam warga Adat Tradisi Anak Putu (ATAP) Desa Kalikudi hingga saat ini masih mempertahankan adat budaya resik kubur yang telah ada di sekal abad ke-17 masehi. Ritual bersih kubur dilakukan pada Jumat Kliwon di Penembahan yang bertempat di Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kamis (24/1/2019).  

Masyarakat ATAP secara bersama-sama membersihkan makam pendiri atau yang membuka lahan (trukah) di Desa Kalikudi yakni Mbah Kiai Ditakerta. Masyarakat membersihkan makam secara bersama sama dan dengan kompak mengenakan ikat kepala atau blankon.

Sesepuh Kalikudi Perna Gupala saat ditemui mengatakan, ada sejumlah aturan yang wajib dilakukan saat resik kubur. Satu di antaranya, saat memasuki makam Mbah Kiai Ditakerta. Yakni anak putu harus berurutan sesuai dengan garis keturunanya. Sehingga tidak busa langsung masuk begitu saja. “Ada aturannya. Ada garis keturunanya, walaupun muda keturunan tua tetap dituakan,” katanya.  

Setelah ziarah di makam Adiraja masing-masing anak putu ziarah ke makam luhurnya masing-masing di Desa Kalikudi. Pada malam Jumat Kliwon digelar zikir bersama di rumah Pasemuan,  baik Pasemuan Lor maupun Pasemuan Kidul.  

“Kemudian hari berikutnya masih dalam satu rangkaian yakni selamatan. Dimana uborampe selamatan itu nanti dibawa oleh masing-masing anak putu yang kemudian dijadikan satu,” ujarnya.

Tak hanya dijadikan tempat ziarah, banyak orang yang mendatangi Panembahan untuk memanjatkan doa-doa khusus. Semisal saat akan melamar pekerjaan. Atau seperti saat ini di tahun politik, banyak caleg yang datang.

“Memang ada yang mau berdoa di sini, kami layani. Tetapi sumbernya kembali lagi kepada yang maha kuasa,” katanya.  

Sementara itu Ketua Paguyuban ATAP Sunardi Kunthang menceritakan sekilas tentang pendiri cikal bakal Desa Kalikudi. Dimana Mbah Kiai Ditakerta merupakan mantu dari Mbah Purba yang bertempat di Dhaon Lumbung Cilacap. Setelah mempunyai anak dia mengabdi di Kademangan Adiraja dan diangkat menjadi tangan kanan kademangan sekaligus diangkat mantu juga oleh Demang Bunton Kiai Nayadipa.  (ahmad andrian)

Cerita selengkapnya baca SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT