Cerita dan Mitos Batu-batu Besar di Watu Lintang
SATELITPOST.COM | 05/02/2019 08:30
Cerita dan Mitos Batu-batu Besar di Watu Lintang
WARGA bergotong royong membuka jalan menuju lokasi Watu Lintang yang akan dirintis menjadi destinasi wisata di Desa Klinting Kecamatan Somagede, Jumat (1/2).

BANYUMAS, SATELITPOST-Desa Klinting, Kecamatan Somagede memiliki potensi wisata tidak kalah menarik dengan desa lainnya. Selain memiliki tempat ibadah umat Hindu berupa Pura , desa di atas bukit ini juga memiliki panorama alam yang membentang luas. Jika dikelola dengan baik tentu akan menjadi wisata alam yang menarik.

Ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Bukit Kendeng Desa Klinting, Minoto Darmo mengatakan, pihaknya tengah berupaya mengembangkan potensi yang ada tersebut menjadi sebuah destinasi wisata perpaduan antara wisata religi dengan agrowisata.

BACA JUGA: Tilang Pakai CCTV, 40 Pengendara Purwokerto Dinilai Melanggar

“Kami masih berupaya merealisasikannya. Ada destinasi alam berupa Watu Lintang.  Kami merencanakan juga akan ada lahan edukasi lingkungan berupa agro pertanian dan perkebunan di lokasi tersebut. Saat ini, pokdarwis masih menata lokasinya,” kata Minoto kepada SatelitPost, Jumat (1/2).

Saat ini, lanjut dia, pokdarwis yang dipimpinnya tengah mempersiapkan insfraktruktur menuju lokasi Watu Lintang dengan membuka jalan secara gotong royong. Aktivitas tersebut sudah dimulai sejak bulan September tahun kemarin.

“Kami bersyukur proses pembukaan jalan sudah hampir rampung. Kegiatan tersebut didukung dari program padat karya yang bersumber dari dana desa dengan anggaran sekitar Rp 80 jutaan,” katanya.

‎Untuk tahun 2019 ini menurutnya, alokasi dana desa yang diberikan pemdes akan lebih besar karena difokuskan untuk pembangunan wisata desa.

Wakil pokdarwis Agus Suntoro menambahkan, di kawasan Watu Lintang terdapat beberapa batu besar di atas bukit yang memiliki cerita dan mitos sendiri. Konon, di batu terbesar dengan ketinggian sekitar 20 meter merupakan petilasan dari seseorang wanita bernama Lintang.

BACA JUGA: Tiga Tahun Idap Kanker, Warga Wangon Terbaring Lemas di Pembaringan

“Mitosnya, dahulu pada zaman Majapahit ada pasangan muda mudi yang beristirahat di situ. Kemudian si lelaki pergi meninggalkan kekasihnya di situ. Konon si lelaki pergi ke bukit di wilayah Desa Kemawi yang sekarang bernama Watu Kumpul,” katanya.

Ia mengatakan, nantinya destinasi Watu Lintang akan dipadukan dengan desa adat melalui pengembangan Pura Pedaleman Giri Kendeng dan kegiatan-kegiatannya. (rar)

SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT