Unik, Peragaan Busana Batik di Goa Lawa Bikin Takjub Samuel Wattimena
SATELITPOST.COM | 01/11/2019 19:15
Unik, Peragaan Busana Batik di Goa Lawa Bikin Takjub Samuel Wattimena
SATU model berlenggak-lenggok mengenkana batik Purbalingga, pada acara yang bertajuk '' Batik in The Cave Amazing Golaga'' di Goa lawa, Minggu (27/20).

PURBALINGGA, SATELITPOST – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Purbalingga menggelar peragaan busana batik dengan cara yang berbeda dari biasanya. Sekitar 38 model berlenggak-lenggok mengenakan batik Purbalingga, pada acara yang bertajuk “Batik in The Cave Amazing Golaga”. Tidak tanggung-tanggung, Dekranasda menggandeng desainer kondang Samuel Wattimena.

Menurut Samuel Wattimena, acara peragaan busana tersebut sangat unik dan langka. Tentunya ini menjadi daya tarik dan tantangan tersendiri. Diaman para pragawati biasanya berjalan di atas cat walk di dalam gedung, kali ini harus berlengak-lenggok di dalam goa. Namun, tata lampu dalam Goa Lawa dirasa sangat mendukung untuk visulisasinya.

BACA: Koalisi PKB-Gerindra Dapat Dukungan Hanura dan Berkarya di Pilkada Purbalingga

“Ini unik, dan keren, karena baru pertama kali di Indonesia, kalau di luar negeri saya belum mengecek,” kata Samuel,  Minggu 27 Oktober 2019.

Puluhan motif batik, dan desain busana karya masyarakat Purbalingga dipamerkan. Samuel menilai, untuk desain busananya sudah lebih dari cukup baik. Para perancangnya sudah mengenal pasar nasional dan tren yang sedang berkembang. Begitu pun untuk motif-motif batiknya juga lumayan baik.

“Hanya saja, mungkin untuk motifnya perlu lebih varitif lagi. Purbalingga itu kan batik Goa Lawa, nah di Goa Lawa perlu dieksplor lagi, karena tidak hanya kelelawar saja, bisa motif pohon-pohon pinus, motif nanasnya, motif dindingnya. Kalau untuk model pakaiannya, sudah bagus, mengenal tren,” katanya.

Ketua Dekranasda Purbalingga Rizal Diansyah menyampaikan acara ini merupakan rangkaian peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Purbalingga. Ini sebagai apresiasi bagi para perajin batik yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Purbalingga. Mulai di Desa Galuh, Tlagayasa, Limbarasi, Dagan, Palumbungan, Jatisaba, Kemangkon, Kalimanah, Karangmoncol dan Kembaran Kulon.

“Masing-masing perajin batik memiliki karakteristik tersendiri dalam menorehkan motif batiknya. Sebagian motif para perajin tidak lepas dari lingkungan sekitar. Seperti motif kembang dan daun, binatang maupun alam sekitar,” kata Rizal.

Dia menjelaskan motif batik yang dipakai para peragawati tersebut dibuat seluruhnya oleh perajin batik yang ada di Purbalingga. Penggarapan memakan waktu sekitar 1,5 sampai 2 minggu. Hasilnya juga luar biasa. “Motif batik yang ditampilkan hari ini tidak kalah dengan batik daerah lain,”’ ujarnya.

Sementara itu, Bupati Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, bahwa acara Batik in The Cave Amazing Golaga menjadi upaya untuk menggali potensi yang ada di Purbalingga. Selain para perajin batik, perancang busana, juga unsur wisata, dan potensi alam yaitu nanasnya.

BACA: Tiga PSK dan Belasan Anak Punk di Purbalingga Terjaring Razia

“Ini kolaborasi yang baik, potensi karyanya berupa batik, potensi wisatanya Goa Lawa, dan potensi hasil bumi ada nanasnya. Kita perkenalkan dalam satu even yang nyambung,” kata Tiwi.

Rangkaian Hari Batik Nasional Tingkat Kabupaten Purbalingga juga disemarakkan dengan sejumlah kegiatan lain. Di antaranya produk dan bazar batik khas Purbalingga dan Lenggak Lenggok Batik yang digelar di Taman Kota Usman Janatin pada Jumat (25/10) hingga Sabtu (26/10). (min)

SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT