Bengawan Solo Tercemar, Bupati Blora Ambil Sampel Air
SUARABANYUURIP.COM | 13/09/2021 08:24
Bengawan Solo Tercemar, Bupati Blora Ambil Sampel Air
Bengawan Solo Tercemar, Bupati Blora Ambil Sampel Air

SuaraBanyuurip.com - Blora - Hampir sepekan ini Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Blora, Jawa Tengah tercemar limbah yang mengakibatkan air menjadi keruh. Ikan banyak yang mabuk dan mati. Bahkan, Perusahaan Daerah Air Minum  (PDAM), terpaksa menghentikan sementara penyaluran air kepada masyarakat karena tidak mampu mengolah air. 

Kondisi yang kerap terjadi ini mengundang keprihatinan Bupati Blora, Arief Rohman. Dirinya terjun langsung untuk melakukan pengecekan secara langsung kondisi Bengawan Solo, Minggu (12/9/2021). Dari aliran sungai Desa Medalem, Kecamatan Kradenen, lalu di lokasi instalasi pengolahan air PDAM di wilayah Balun, Kecamatan Cepu.

Bupati mengambil sampel air sungai dari beberapa lokasi yang berbeda untuk kemudian akan dikirim untuk diuji.

Bupati Arief menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya pelanggan PDAM atas ketidaknyaman menggunakan air yang dirasa kurang layak ini.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Blora dan pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga masyarakat khususnya pelanggan PDAM, dimana sumber air bakunya tercemar limbah pabrik di kawasan hulu sungai sehingga air yang dihasilkan tidak sesuai dengam harapan," kata Bupati.

Disampaikan bahwa sampel air yang diambil di daerah Desa Medalem sudah agak jernih berkat kerjasama dengan berbagai pihak terkait.

"Ini saya tadi sempat ambil sampel air dari sungai Bengawan Solo yang melintasi Desa Medalem, kondisinya sudah lumayam jernih. Terimakasih atas gerak cepat seluruh pihak, baik Pak Gubernur maupun kepolisian dalam menertibkan perusahaan pembuang limbah di wilayah hulu sehingga pencemaran ini dapat segera ditanggulangi," tutur Arief.

Dia juga minta kepada seluruh jajaran PDAM untuk tetap memantau kondisi air bakunya, untuk memastikan apakah sudah dapat diolah atau belum. Sehingga pasokan air untuk para pelanggan tidak terganggu. 

Sementara itu, Direktur PDAM Blora, Yan Riya Pramono yang mendampingi Bupati Arief meninjau instalasi pengolahan air baku PDAM menyampaikan bahwa kondisi air sudah agak jernih setelah terjadi hujan lebat sebelumnya.

"Kami tetap mengolah air baku semaksimal mungkin agar tetap dapat dimanfaatkan oleh para pelanggan. Dan kondisi air saat ini sudah agak membaik dengan turunnya hujan diberbagai tempat semalam. Semoga dengan turunnya hujan ini, aliran air yang tercemar dapat segera terurai," harapnya.(ams)

 


BERITA TERKAIT