BKKBN Sebut Angka Stunting di Bojonegoro Tinggi
SUARABANYUURIP.COM | 14/11/2021 06:52
BKKBN Sebut Angka Stunting di Bojonegoro Tinggi
BKKBN Sebut Angka Stunting di Bojonegoro Tinggi

SuaraBanyuurip.com - Bojonegoro - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), menyebut angka stunting di Kabupaten Bojonegoro masih tinggi. Sehingga diperlukan gotong royong seluruh sektor untuk pencegahan dan menurunkan angka stunting.

Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi, BKKBN Pusat, Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, mengacu data pada SSGBI (Survey Status Gizi Balita Indonesia) 2019, angka stunting Kabupaten Bojonegoro masih tinggi, karena berada di angka 32,48 persen.

"Iya, saya kira masih tinggi ya, soalnya diatas 20 persen itu masih tinggi menurut WHO. Sedangkan Jawa Timur ini ada di angka 26,6 persen. Data selama pandemi, kami belum tahu persis, tapi mudah-mudahan bisa turun," katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (13/11/2021).

Mantan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur (Jatim) ini menjelaskan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Permasalahan tersebut mengakar pada berbagai aspek. Mulai aspek perencanaan keluarga, kondisi ibu hamil, dan banyak hal lainnya.

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya melakukan pendampingan. Agar para calon pengantin usia remaja, dan ibu hamil bersedia memeriksakan diri ke dokter.

"Karena usia hamil usia terlalu muda juga menjadi salah satu sebab terjadinya stunting," jelas pria yang akrab disapa Teguh.

Selain itu, kata Teguh, aspek kemiskinan juga bisa menjadi sebab terjadinya stunting. Seperti dalam variabel kemiskinan akibat ketidakmampuan secara ekonomi, berakibat pada tidak terpenuhinya gizi balita dan ibu hamil. Karena kekurangan gizi secara spesifik merupakan sebab signifikan timbulnya stunting.

"Kemiskinan ini kan variabelnya banyak. Bisa sandang, pangan, dan papan. Kalau misalnya miskin dalam arti kemampuan daya beli pemenuhan kebutuhan pangan ini sangat rendah, tentu iya dong, akan menyebabkan kurang gizi," tandasnya.

"Jadi, ini tinggal kita perlu berkolaborasi dengan semua sektor, dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, sinergi supaya bisa menurunkan angka stunting di Bojonegoro," lanjunya.

Sekedar informasi, Deputi BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso, hadir di Bojonegoro dalam kegiatan "Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Mitra", digelar di Gedung Olahraga (GOR) Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro.(fin)

 


BERITA TERKAIT