Resmikan Bandara Ngloram, Presiden Jokowi : Bisa Percepat Aktivitas Ekonomi
SUARABANYUURIP.COM | 17/12/2021 17:27
Resmikan Bandara Ngloram, Presiden Jokowi : Bisa Percepat Aktivitas Ekonomi
Resmikan Bandara Ngloram, Presiden Jokowi : Bisa Percepat Aktivitas Ekonomi

SuaraBanyuurip.com - Blora - Bandar Udara Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, telah diresmikan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, Jumat (17/12/2021). Bandara ini dinilai bisa mempercepat aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan investasi di wilayah Blora dan sekitarnya.

Presiden Jokowi meresmikan Bandara Ngloram didampingi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Bupati Blora Arief Rohman memukul kentongan dan menandatangani prasasti.

Hadir juga Kapolda, Pangdam, Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah, Bupati Grobogan Sri Sumarni, pejabat pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.

Presiden Jokowi menyampaikan Bandara Ngloram memiliki landas pacu atau runway sepanjang 1.500 meter.  Sehingga bisa dipakai untuk pesawat ATR. Dalam satu minggu sudah ada dua kali Penerbangan dan selalu penuh.

"Diharapkan nanti jika penuh terus, kalau runway 1500 tidak cukup maka runway bakal diperpanjang lagi menjadi 2.000 meter," katanya.

Menurut mantan Walikota Solo ini, Bandara Ngloram akan mempercepat aktivitas ekonomi di Kabupaten Blora, dan sekitarnya seperti Bojonegoro, Tuban, Ngawi dan mungkin sebagian dari Purwodadi dan Rembang.

"Saya kira akan lebih dekat apabila ingin terbang lewat Bandara Ngloram. Dan kita harapkan aktivitas ekonomi semakin baik. Investasi akan masuk ke Cepu, Bojonegoro semakin banyak dan distribusi barang dari daerah ke daerah dan provinsi ke provinsi juga akan semakin meningkat baik," ujar Jokowi.

Mobilitas orang dari provinsi ke provinsi dan pulau ke pulau dan kota kabupaten, lanjut dia, bisa ditingkatkan lebih baik. Dia melihat terminal cukup besar dan bisa menampung kurang lebih 210 ribu penumpang per tahun. 

"Didesain seperti di bawah hutan jati. Karena memang Blora sangat terkenal hutan jatinya," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Dalam laporannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan Bndara Ngloram memiliki 27 hektare. Sebelumnya dimiliki oleh Pertamina atau ESDM. Kemudian diserahkan kepada kementerian Perhubungan karena sejak tahin 1984 tdak pernah digunakan.

"Lalu 2018 mulai dibagun. Selesai satu bulan yang lalu," kata Budi.

Dengan adanya Bandara Ngloram ini, dia mengimbau bupati melakukan Blok Seat supaya PNS bisa melakukan penerbangan.

"Mengingat jarak Surabaya dan Semarang relatif jauh," ujarnya.

Dia menambahkan, berdirinya Bandara Ngloram ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Blora. Dan, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur juga ikut membantu membangun jalan.

"Ini menunjukkan pembangunan tetap berjalan walaupun dimasa pandemi," tambahnya.(ams)

 


BERITA TERKAIT