Banjir di Lamandau Putus Jalur Kalteng - Kalbar
BORNEONEWS.CO.ID | 30/09/2022 19:58
Banjir di Lamandau Putus Jalur Kalteng - Kalbar

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Lamandau, akibatnya dua sungai di Kecamatan Delang kembali meluap dan sempat memutus jalur transportasi Trans Kalimantan (Kalteng-Kalbar).

Luapan Sungai Kungkung dan Sungai Delang tersebut juga menyebabkan banjir di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Delang. Selain memutus akses antar desa, banjir juga merendam sejumlah pemukiman warga.

“Luapan air kedua sungai mengakibatkan perumahan warga, fasilitas umum hingga tempat ibadah juga terendam banjir,” terang Plt Kalaksa BPBD Lamandau, Ray Paskan, melalui Kabid Rekonstruksi dan Rehabilitasi, Joni Hardi saat dihubungi pada Jumat 30 September 2022.

Disebutkan Joni, dampak banjir terparah di Desa Kudangan dan Lopus. Mengetahui informasi tersebut, dia bersama tim dari BPBD Kabupaten Lamandau langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu warga yang terdampak banjir.

Saat ini, terang dia, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan pemerintah Kecamatan Delang sembari melakukan pemantauan secara berkala terkait perkembangan terkini.

“Dini hari tadi, di dua titik jalan yang terendam banjir memang tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4. Namun informasi tadi pagi sekitar pukul 10:00 WIB air sudah mulai surut,” ujarnya.

Lantaran tingginya curah hujan di wilayah setempat, BPBD Lamandau mengimbau warga untuk tetap waspada. Tertuma di wilayah yang menjadi langganan banjir. 

“Berdasarkan prediksi dari BMKG, cuaca masih berpeluang terjadi hujan dengan intensitas rendah, sedang hingga tinggi di wilayah Kabupaten Lamandau,” pungkasnya.

Sementara, salah satu pengendara Muhammad Yunus memilih putar balik dan tidak melanjutkan perjalanannya menuju Pontianak (Kalimantan Barat). Warga Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat itu enggan ambil resiko.

“Rencananya kami hendak menuju ke Pontianak, sampai di Delang banyak kendaraan yang berhenti untuk menunggu banjir surut, tapi kami memilih kembali ke Pangkalan Bun,” ungkap dia saat dibincangi di Nanga Bulik.

Kondisi seperti ini, terang Yunus, sudah beberapa kali ia alami. Pria yang sering melintasi Trans Kalimantan (Kalteng-Kalbar) itu berharap di lokasi banjir dibuatkan semacam jembatan  layang, sehingga saat air sungai meluap tidak membanjiri jalan. 

 

**


BERITA TERKAIT