Pelni Siapkan 4 Kapal untuk Isolasi Apung
DARILAUT.ID | 14/08/2021 19:19
Pelni Siapkan 4 Kapal untuk Isolasi Apung
Kapal Pelni (pelni.co.id)

Darilaut – Kementerian Perhubungan, PT Pelni (Persero) dan sejumlah kepala daerah telah menandatangani kesepakatan untuk menyediakan 4 armada kapal sebagai tempat isolasi terapung yang terpusat.

Kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan Kementerian Perhubungan dan PT Pelni, dengan pejabat dari Bitung (Sulawesi Utara), Kabupaten Minahasa Utara, Medan, Sorong, dan Pemda Kota Jayapura. Kegiatan ini dilakukan secara virtual pada Kamis (12/8).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus. H. Purnomo, Direktur Utama PT Pelni Insan Purwarisya L. Tobing, Walikota Bitung Maurits Mantiri, Bupati Minahasa Utara Joune J. E. Ganda, Walikota Medan Bobby Nasution, Walikota Sorong L. Jitmau, serta Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano.

Penandatanganan juga disaksikan secara langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kehadiran isolasi apung di KM Umsini milik PT Pelni di Makassar telah memantik minat pemerintah daerah lainnya.

Direktur Utama PT Pelni Insan Purwarisya L Tobing mengatakan perusahaan akan menyediakan 4 kapal penumpang untuk dijadikan lokasi isolasi apung. Keempat kapal tersebut antara lain KM Tatamailau untuk disiagakan di Pelabuhan Bitung, KM Bukit Raya di Pelabuhan Belawan, KM Sirimau di Pelabuhan Sorong dan KM Tidar di Pelabuhan Jayapura.

“Sebelum digunakan, seluruh kapal akan disterilisasi dan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung untuk pelaksanaan isolasi terapung oleh pemerintah daerah dengan instansi. Ini harus dilakukan demi memenuhi standar sebagai lokasi isolasi mandiri sesuai yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagaimana yang telah dilakukan di KM Umsini di Makassar,” kata Insan.

Insan mengatakan seluruh kapal difasilitasi dengan kamera pengawas, internet, poliklinik, deck 6 yang dapat digunakan sebagai area joging, serta top deck yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi berjemur dan berolahraga.

“Kami harap fasilitas tersebut dapat mendukung proses pemulihan bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi di atas kapal Pelni,” kata Insan.

Penyediaan armada kapal Pelni sebagai lokasi isolasi terpusat ini merupakan bagian dari penugasan yang diamanahkan Kementerian Perhubungan dalam rangka mendukung upaya Pemerintah untuk menyediakan lokasi isolasi mandiri bagi pasien Covid-19.

Selain itu, hal ini juga sebagai perwujudan kolaborasi Pelni, pemerintah pusat dan daerah, serta instansi lain yang terlibat.

“Melalui kerja sama ini, kami yakin masing-masing pihak akan memaksimalkan potensi yang dimiliki dan saling bahu-membahu untuk menangani kasus Covid-19 di Indonesia sehingga dapat segera membaik,” ujarnya.

Kapal PT Pelni yang disediakan untuk isolasi terapung masing-masing:

1) KM Tatamailau dengan kapasitas 458 bed (448 bed untuk pasien dan 10 bed untuk tenaga kesehatan), yang akan ditempatkan di Pelabuhan Bitung untuk melayani Masyarakat Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara.

2) KM Bukit Raya dengan kapasitas 463 bed (450 bed untuk pasien dan 13 bed untuk tenaga kesehatan), yang akan ditempatkan di Pelabuhan Belawan untuk melayani Masyarakat Kota Medan,

3) KM Sirimau dengan kapasitas 460 bed (449 bed untuk pasien dan 11 bed untuk tenaga kesehatan), yang akan ditempatkan di Pelabuhan Sorong untuk melayani Masyarakat Kota Sorong dan

4) KM Tidar dengan kapasitas 929 bed (873 bed untuk pasien dan 56 bed untuk tenaga kesehatan), yang akan ditempatkan di Pelabuhan Jayapura untuk melayani Masyarakat Kota Jayapura.

darilaut.id


BERITA TERKAIT