Ekspedisi Jala Citra Penelitian di Laut Banda
DARILAUT.ID | 19/06/2022 13:40
Ekspedisi Jala Citra Penelitian di Laut Banda

Darilaut – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono melepas keberangkatan Ekspedisi Jala Citra 2 – 2022 “Banda” di dermaga Kolinlamil Jl. Pelabuhan Pos 9 Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis (16/6).

Pemilihan Laut Banda sebagai area ekspedisi hasil pertimbangan berbagai aspek, meliputi aspek geologi, aspek hidrografi, aspek oseanografi, aspek geofisika, aspek mitigasi bencana, dan aspek militer.

Ekspedisi Jala Citra 2-2022 “Banda” merupakan kampanye dalam rangka peringatan Hari Hidrografi Dunia tahun 2022 dan bentuk partisipasi dalam agenda PBB Decade Of Ocean Science For Sustainable Development 2021-2030.

Kegiatan penelitian kelautan ini dengan tema “Mengungkap keberadaan fitur bawah laut dan massa air purba serta karakteristik akustik bawah air di perairan Laut Banda sebagai wilayah pertahanan maritim”.

Tujuan ekspedisi untuk memperkaya khazanah pengetahuan tentang kondisi perairan Laut Banda dari bidang Hidrografi dan Oseanografi serta bidang keilmuan lainnya. Dengan landasan wawasan nusantara yang dapat mendukung keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan laut, mitigasi bencana dan kepentingan maritim lainnya.

Ekspedisi ini dilaksanakan selama kurang lebih 60 hari. Kegiatan ini terbagi menjadi dua etape dengan fokus penelitian bidang hidrografi dan geofisika pada etape satu, dan oseanografi serta meteorologi pada etape kedua.

Ekspedisi Jala Citra 2-2022 “Banda” menggunakan alutsista KRI Rigel-933 di bawah komando Komandan KRI Rigel-933 Letkol Laut (P) Yohanis Kalambo, selaku komandan satgas.

Dalam amanatnya, Kasal mengatakan Ekspedisi Jala Citra 2 – 2022 “Banda” menjadi momentum kebangkitan ekspedisi kelautan untuk mengeksplorasi sumber daya kelautan Indonesia.

Menurut Kasal sejarah ekspedisi kelautan pada masa Hindia Belanda di perairan Nusantara pada tahun 1899-1900 telah mencapai sukses dan diakui dunia pada saat itu dengan nama “Ekspedisi Siboga”.

Ekspedisi lainnya di perairan Indonesia sejak masa Hindia Belanda sampai saat ini antara lain ekspedisi Snellius tahun 1929- 1930, Ekspedisi Hahuko Maru, Buginesia. Selain itu, Indonesia Australia Survey for Submarine Hydrothermal Activity (IASSHA), Bandamin-1, Ekspedisi Indonesia – Japan Deep Sea, Ekspedisi Laut Banda, Ekspedisi Palung Jawa dan lain-lain.

“Oleh karena itu, besar harapan saya kepada seluruh peserta untuk dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya,” kata Kasal.

Peserta dapat menjadikan ekspedisi ini sebagai momentum kebangkitan dan kemandirian tanpa keterlibatan pihak asing untuk mengeksplorasi berbagai data hasil penelitian.

Data penelitian sangat bermanfaat bagi kepentingan militer, pengembangan ilmu pengetahuan, penemuan biota laut, sumber daya alam laut, mineral yang terkandung di dasar laut dan lain-lain.

Hadir dalam acara pelepasan Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat, dan Panglima Kotama TNI AL Wilayah Jakarta. Kemudian, Pejabat Utama Mabes TNI AL, wakil dari kementerian/lembaga negara, rektor universitas serta pimpinan organisasi profesi terkait. 

Kegiatan penelitian berkolaborasi dengan para peneliti dari kementerian/ lembaga terkait, perguruan tinggi, dan profesional serta pihak swasta yang bergerak di bidang survei dan pemetaan kelautan.

Kementerian lembaga yang berpartisipasi antara lain: TNI AL, Pushidrosal, Kementerian ESDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BRIN, BIG DAN BMKG.

Lembaga pendidikan tinggi yang mendukung antara lain: ITB, IPB, UGM, UHT, Unpatti, Undip, Unpad, Unbabel, Unsri dan STTAL. Ekspedisi ini juga didukung oleh industri survey nasional yang diwakili oleh Hydronav dan Geotronix.

 

darilaut.id


BERITA TERKAIT