Pemerintah Siapkan 2 Laboratorium untuk Deteksi Monkeypox
DARILAUT.ID | 28/06/2022 11:20
Pemerintah Siapkan 2 Laboratorium untuk Deteksi Monkeypox
Penyakit monkeypox. Sumber: Wikipedia

Darilaut – Pemerintah telah menyiapkan dua laboratorium untuk mendeteksi dini monkeypox. Dua laboratotium tersebut, yaitu Lab Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB Bogor dan Lab Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemiyati, BKPK, Jakarta.

Hingga saat ini di Indonesia belum ditemukan kasus Monkeypox atau cacar monyet. Penyakit ini bisa menular dari hewan ke hewan dan dari hewan ke manusia.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dokter Mohammad Syahril, mengatakan kalau dari hewan ke manusia penularannya melalui kontak langsung antara hewan dan manusia.

Penularan dari hewan ke manusia melalui cairan tubuh terutama bagian tubuh yang ada cacar seperti di sekitar muka atau tubuh hewan.

Selain itu, juga penularan ke manusia bisa melalui daging hewan tersebut yang tidak dimasak secara matang.

Sedangkan penularan dari manusia ke manusia bisa melalui udara, cairan tubuh atau cacar yang ada di muka, mulut, tangan maupun di badan. Kalau kontak langsung juga ada melalui saluran napas atau terjadi droplet.

”Ini juga bisa menjadi sumber penularan dan juga ada penularan dari ibu ke bayi melalui transmisi atau plasentanya,” ujar Syahril pada konferensi pers secara virtual di Jakarta pada Jumat (24/6).

Masa inkubasi monkeypox 5 sampai 13 hari atau 5 sampai 21 hari. Ada dua periode, pertama masa invasi, terjadi 0 sampai 5 hari terjadi demam tinggi, sakit kepala yang berat, dan ada benjolan atau pembesaran kelenjar limfa di leher, kemudian diketiak, atau selangkangan.

Kedua, masa erupsi, terjadi 1 sampai 3 hari pasca demam, terjadi ruam pada kulit, ruam pada wajah, telapak tangan, kaki, mukosa, alat kelamin, dan selaput lendir mata.

Menurut Syahril cacar monyet ini bisa sembuh sendiri setelah 2-4 minggu pasca masa inkubasinya selesai. Penyakit ini akan sembuh sendiri tidak terlalu berat.

Dari negara-negara yang melaporkan kasus monkeypox hanya sekitar 10% pasien dirawat di rumah sakit.

Sampai saat ini belum ada kasus kematian yang disebabkan oleh monkeypox di negara-negara yang sudah melaporkan.

”Kita diimbau untuk tetap tenang dan tetap waspada karena ini juga sangat menular dan membuat tidak nyaman bagi kita semua,” katanya.

Yang perlu diperhatikan, kata Syahril, adanya komplikasi yakni infeksi sekunder, bronkopneumonia, maupun sepsis, ensefalitis, infeksi kornea sehingga menyebabkan kebutaan.

 

**


BERITA TERKAIT