Terhenti 2 Tahun, KM Logistik Nusantara Kembali Melayari Bintan
DARILAUT.ID | 22/09/2022 08:32
Terhenti 2 Tahun, KM Logistik Nusantara Kembali Melayari Bintan

Darilaut – Setelah terhenti selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, kapal tol laut KM Logistik Nusantara 4 kembali melayari Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kapal PT Pelni ini kembali singgah di pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Bntan, untuk pelayaran perdananya.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Hendri Ginting mengatakan kehadiran kembali Tol Laut di wilayah Kijang merupakan salah satu bagian dari trayek T-3 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut dan wilayah yang dilalui.

Menurut Capt Hendri sebelum dijalankan kembali, telah dilakukan koordinasi ke seluruh pihak, kementerian lembaga dan juga pemerintah daerah dan semua yang berkepentingan agar dapat mendukung program Tol Laut.

Dengan hadirnya Tol Laut ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, serta pertumbuhan ekonomi dan menurunkan disparitas harga khususnya di wilayah Terpencil, Terluar, Tertinggal dan Pedalaman (3TP).

Hal ini mengingat daerah setempat sangat bergantung dengan Pulau Jawa, terutama dari segi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat setempat.

“Sehingga dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya dan juga mendapatkan harga yang murah karena barang-barangnya bisa sampai ke daerah dengan jadwal yang tetap dan teratur,” ujarnya.

Trayek T-3 memiliki rute pelayanan yang berpangkalan di Tj. Priok – Kijang – Letung – Tarempa – Pulau Laut – Selat Lampa – Subi – Serasan – Midai – Kijang – Patimban dan kembali lagi ke Tj. Priok

Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Kepri Junaidi mengatakan KM Logistik Nusantara 4 memuat 100 kontainer berisi barang-barang penting dan kebutuhan pokok seperti semen, besi, ayam beku, mangga dan mineral air dan kebutuhan pokok lainnya.

Kapal tol laut KM Logistik Nusantara 4 ini berangkat dari pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat lalu singgah ke Kijang, Tarempa, Letung, Selat Natuna (Kepri), lalu kembali lagi ke Patimban dengan memakan waktu perjalanan sekitar 23 hari.

“KM Logistik Nusantara 4 mendapat penugasan dari pemerintah pusat untuk memfasilitasi distribusi barang penting dan kebutuhan pokok ke daerah terpencil, terluar, dan perbatasan, khususnya di Kepri,” kata Junaidi.

Program tol laut ini menekan biaya transportasi pengiriman barang-barang ke Kepri sehingga nantinya barang yang dibeli masyarakat menjadi lebih murah.

Selain itu, Tol Laut juga menekan disparitas harga kebutuhan pokok di pulau-pulau terluar Kepri seperti Anambas dan Natuna, yang selama ini harganya relatif lebih tinggi dibanding daerah perkotaan.

 

**


BERITA TERKAIT