Sampah Infeksius Covid-19 Meningkat Sebulan Terakhir, Begini Cara DLH Padang Mengelolanya
LANGGAM.ID | 15/08/2021 14:00
Sampah Infeksius Covid-19 Meningkat Sebulan Terakhir, Begini Cara DLH Padang Mengelolanya
Petugas menggunakan alat perlindungan diri saat mengumpulkan sampah medis di Jakarta, 12 Agsutus 2020. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Langgam.id – Meningkatnya jumlah warga Kota Padang Padang yang terpapar covid-19 dalam sebulan terakhir berakibat pada tingginya jumlah sampah infeksius yang dihasilkan. Hal ini diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon, Minggu (15/8/2021).

“Bulan Juli dan Agustus ini jumlahnya jadi 6.441 kardus, naik 847 dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Mairizon.

Ia merinci, sepanjang bulan Juli dan Agustus, jumlah sampah infeksius covid-19 yakni 6.441 kardus yang diangkat dari tempat karantina Rumah Nelayan di Koto Tangah dan Laboratorium Fakultas Kedokteran (FK) Unand. Sedangkan pada Mei dan Juni, jumlah sampah media itu hanya sebanyak 5.594 kardus.

“Di bulan Juli dan Agustus ini, jumlah sampah mencapai 500 kardus per sekali angkut, bahkan lebih,” ujarnya.

Sedangkan pada bulan sebelumnya, rata-rata jumlah sampah yang diangkut hanya 400-an kardus per sekali angkut. “Untuk mengangkutnya, kita ita gunakan satu mobil boks yang datang dua kali seminggu ke Rumah Nelayan dan Laboratorium Unand,” terangnya.

Seluruh sampah tersebut kemudian dibakar di Kiln milik PT Semen Padang. Sedangkan sampah bagi warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah, sampahnya dibakar di lokasi secara terkendali. Pihak Dinas Lingkungan Hidup bahkan telah mengeluarkan izin untuk itu.

langgam.id


BERITA TERKAIT