Festival Pamalayu Kenduri Swanabhumi Resmi Dimulai: Mempelajari Perjuangan Leluhur
LANGGAM.ID | 19/08/2022 16:28
Festival Pamalayu Kenduri Swanabhumi Resmi Dimulai: Mempelajari Perjuangan Leluhur

Langgam.id – Festival Pamalayu Kenduri Swanabhumi resmi dimulai dengan ditandai malam pembukaan oleh Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Kamis (18/8/2022) malam. Sebelumnya festival ini sempat vakum selama dua tahun lantaran pandemi Covid-19.

Edisi kedua Festival Pamalayu Kenduri Swanabhumi mengangkat tema Keselarasan Alam Raya. Festival ini didukung Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, Festival Pamalayu Kenduri Swanabhumi bertujuan untuk kembali mengenang dan mempelajari perjuangan para leluhur dalam menciptakan sejarah dan budaya hingga mendunia.

“Hari ini kita belajar bagaimana dulunya para pendahulu kita bisa membawa budaya kita sampai ke Cina, Thailand dan lainnya. Ini yang selalu ditularkan oleh pendahulu kita yang ada di Dharmasraya,” kata Sutan Riska saat pembukaan.

Ia mengakui daya jual Dharmasraya adalah sejarah. Hal ini yang harus dijaga dan tunjukkan ke Indonesia bahkan dunia. Bergerak dari Dharmasraya untuk menunjukkan persatuan serta keramahan orang Minangkabau.

“Kita belajar kepada peradaban dan bukan agamanya. Kita belajar asal usul yang cerita sebenarnya. Anak-anak kita harus tahu dan kita sampaikan bersama,” jelasnya.

Sutan Riska mengungkapkan, dalam waktu dekat akan membangun museum di kawasan Candi Pulau Sawah dengan anggaran Rp50 miliar. Ia berharap pembangunan ini bisa dilanjutkan oleh pemimpin penerusnya.

“Ini adalah tujuan penting kita, bersama untuk membangunkan pemikiran kita yang objektif, salah satu yang menjadi kekuatan Dharmasraya kedepannya,” ujarnya.

Sebanyak sembilan daerah di daerah aliran sungai (DAS) Batang Hari terlibat dalam Kenduri Swarnabhumi. Sembilan daerah itu adalah delapan kabupaten dan kota di Provinsi Jambi dan Dharmasraya di Sumbar.

Di Provinsi Jambi, daerah yang berpartisipasi dalam festival ini adalah Kabupaten Batanghari, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Sarolangun, Merangin, Tebo, Bungo dan Kota Jambi.

Kemudian terkait peningkatan ekonomi di Dharmasraya, Sutan Riska menyebutkan, diketahui UMKM di Indonesia sangat terdampak selama pandemi Covid-19. Melalui Festival Pamalayu Kenduri Swanabhumi setidaknya ekonomi kerakyatan kembali bangkit dan berkembang.

“Hal yang selalu didengungkan oleh Presiden Jokowi adalah masalah ekonomi. Maka pengelolaan UMKM ini harus dikembangkan,” tuturnya.

Asisten II Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Yefrinaldi mengungkapkan, terdapat 22 UMKM berbagai produk yang terlibat. Kegiatan ini mengusung konsep cintai produk Dharmasraya.

Sedangkan pameran memasak masakan Minangkabau diikuti seluruh OPD dan sekolah di Dharmasraya. Untuk pameran artefak dikelola oleh BPCB Batusangkar dan Museum Adityawarman.

“Untuk memasak masakan Minangkabau, data kami dapat ada 600-700 jenis makanan yang kita pamerkan saat ini. Berbagai macam mulai berkuah, kue dan makanan tradisional lainnya,” katanya.

 

**