Vaksinasi di Entikong, Perbatasan Indonesia-Malaysia Capai 38,30 Persen
SUARAINDO.ID | 11/11/2021 14:07
Vaksinasi di Entikong, Perbatasan Indonesia-Malaysia Capai 38,30 Persen
Seorang perawat memperlihatkan sebuah kotak vaksin Rusia "Sputnik-V" untuk melawan Covid-19 yang disiapkan untuk suntikan dalam tahap uji coba pasca-pendaftaran di sebuah klinik di Moskow, Rusia, Kamis, 17 September 2020. Kredit: ANTARA FOTO/REUTERS/Tatyana Makeyeva/aww/cfo

Suaraindo.id—Capaian vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau, Kalbar atau tepatnya di perbatasan Indonesia-Malaysia sudah 38,20 persen. Total sasaran vaksinasi Covid-19 sebanyak 13.700 orang dengan jumlah vaksin yang dibutuhkan kurang lebih 27.400 dosis.

“Sampai November ini sudah di angka 10.316 dosis vaksin yang sudah diberikan kepada sasaran atau 38,20 persen,” kata Kepala Puskesmas Entikong Gatot Setiarno, di Entikong, Kamis (11/11/2021).

Adapun masing-masing vaksinasi dosis pertama 7.520 orang dan 2.735 warga sudah menerima vaksin dosis lengkap. Serta 61 orang dosis tiga atau booster untuk tenaga kesehatan.

Untuk menciptakan kekebalan masyarakat terhadap Corona, setidaknya 70 hingga 80 persen penduduk Kecamatan Entikong harus sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Gatot optimis persentase itu dapat terkejar hingga akhir Desember nanti seiring gencarnya pelaksanaan vaksinasi dan perluasan cakupan sasaran penerima.

“Kita optimis bisa mencapai herd immunity lebih awal,” kata Gatot.

Sementara itu, Camat Entikong Kosmas yul selaku ketua penanganan Covid-19 mengatakan sejak sebulan terakhir diperbatasan nihil kasus terkonfirmasi Covid-19.

“Tidak ada kasus terkonfirmasi sejak bulan lalu,artinya masyarakat sudah patuh untuk menerapkan prrotokol kesehatan. Meski nihil kasus satgas Covid-19 kecamatan tetap melakukan penegakan yustisi ditempat umum,”kata Kosmas Yul.

Diakui Kosmas Yul,perbatasan rawan terpapar varian baru dimana Malaysia sudah ditemukan kasus tersebut. Karena itu satgas C-19 bersama kantor kesehatan pelabuhan di PLBN Entikong meningkatkan pemeriksaan sebagai langkah mengantisipasi gelombang 3 Covid-19. [kun]


BERITA TERKAIT