Akibat Banjir, Ditemukan 467 Kasus Penyakit di Sanggau
SUARAINDO.ID | 16/11/2021 15:43
Akibat Banjir, Ditemukan 467 Kasus Penyakit di Sanggau
Sejumlah Prajurit Korps Marinir TNI AL Pasmar 1 Jakarta menggunakan perahu karet di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu, 16 Januari 2021. Sebanyak 77 personil dari Prajurit Korps Marinir TNI AL Pasmar 1 Jakarta membawa 28 perahu karet serta perlengkapan lainnya melaksanakan misi kemanusian untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Suaraindo.id—Banjir yang menerjang Kabupaten Sanggau tiga Minggu belakangan ini mengakibatkan belasan sarana kesehatan rusak berat dan ratusan orang terserang penyakit.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sanggau Ginting, Selasa (16/11/2021).

Dikatakan Ginting, sebelum terjadi banjir,kerena hujan tak henti hentinya pihaknya sudah mengantisipasi dan memerintahkan kepada petugas kesehatan di kecamatan agar waspada menjaga peralatan medis yang rawan jika kena air.

“Saat banjir datang,mereka tidak terlalu sibuk untuk menyelamatkan barangbarang tersebut,terkecuali sarana dalam hal ini gedung bangunan,” kata Ginting.

Dijelaskannya,akibat terjadinya Banjir atau bencana alam tahun 2021 ini,data yang kita himpun hingga 14 Nopember 2021,tercatat sebanyak 15 sarana kesehatan,yang tersebar di 5 kecamatan seperti Kapuas,Mukok,Meliau, Toba dan Kecamatan Tayan Hilir,kesemuanya mengalami kerusakan bangunan fisik.

Disamping itu juga,akibat banjir,ditemukan sebanyak 467kasus
penyakit. Penyakit yang banyak menyerang warga adalah penyakit Dermatitis,biasa disebut kutu air 127 kasus,Alergi/Urtikaria123 kasus, Hipertensi 95 kasus,Ispa 59 kasus, Migran sakit kepala 36 ,demam 14,Diare 13 dan infulenza 2 kasus. Umumnya mereka yang terdampak itu,sudah kita lakukan pengobatan

Jika kita lihat,ketinggian air sudah berkurang,semoga saja tidak lagi banjir.

“Kami menghimbau kepada masyarakat,agar tatap jaga kesehatan dan selalu waspada dimusim penghujan,jangan lupa pakai masker,” katanya.


BERITA TERKAIT