Kasus Puskesmas Meliau Kosong, Kadinkes Sanggau: Kapus Ditarik ke Dinas Non Job
SUARAINDO.ID | 01/02/2022 10:09
Kasus Puskesmas Meliau Kosong, Kadinkes Sanggau: Kapus Ditarik ke Dinas  Non Job
Ilustrasi puskesmas. dok.TEMPO

Suaraindo.id–Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Ginting menegaskan kepada semua ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Sanggau agar melaksanakan tugas dengan baik, berikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Hal itu dikatakan Kadiskes Ginting, menjawab pertanyaan Suaraindo.id pada Senin (31/1/2022) sehubungan adanya keluhan masyarakat kecamatan Meliau tidak ada petugasnya.

Bandy salah seorang warga mengatakan pada Sabtu (29/1) sore,ia membawa keluarganya untuk dirujuk ke Puskesmas lantaran penyakit yang diakami namun sampai disana ia tidak menemukan seorangpun petugasnya.


Di plang Puskesmas katanya tertulis buka 24 jam. Tapi pelayanannya sama sekali bukan 24 jam, bahkan sering tidak ada petugas di sana katanya,belum lagi masalah pelayanannya.

Ginting tidak menampik,bahkan pada sore itu juga ia menerima pengaduan dari masyarakat, "Saya langsung Telphon petugas di sana, ternyata memang benar di saat itu petugas ke lapangan ada vaksinasi di tiga lokasi jadi mereka semuanya kelapangan."

“Seharusnya ini jangan terjadi, petugas harus ada yang di puskesmas untuk memberikan pelayanan,bukan semuanya turun ke lapangan,” tegas Ginting.

Sebelum kejadian, lanjut Ginting, tepat pada hari Rabu (26/1/2022) pihaknya melakukan pembinaan yang berhubungan dengan Tupoksi.

“Masing masing dan pelayanan vaksinasi di Meliau kurang di banding kecamatan yang lain, mungkin untuk mengejar pelayanan vaksinasi itu meteka turun semua, itu salah,” katanya.

Akibat kesalahannya itu,pimpinan Puskesmas harus bertanggungjawab, demikian juga stafnya harus mendapatkan sanksi, sesuai dengan kesalahan yang ia lakukan.

“Sanksi yang akan diberikan tentunya bermacam-macam ada teguran tertullis, lisan, tunda kenaikan pangkat nanti kita bina dulu mereka,” ujarnya.

Ginting mengaku, untuk kepala Puskesmas Meliau sudah menghadap dengan dirinya, yang bersangkutan sudah memberi keterangannya dan mengakui kesalahan memerintahkan stafnya turun semua kelapangan.

“Sehingga terjadi kekosongan. Yang tersangkutan kita tarik ke Dinas tanpa Job, mau tidak mau mereka harus terima karena tidak menjalankan tugas dengan baik, dan menimbulkan kegaduhan dimasyarakat,” beber Ginting.

Ginting berharap kejadian seperti ini jangan terulang kembali di puskesmas lainnya. “Mari kita ambil hikmahnya atas kejadian ini,” ujarnya.

suaraindo.id


BERITA TERKAIT