Posyandu Jiwa Bantu Kesembuhan ODGJ Kota Kediri
BACAINI.ID | 29/11/2021 10:56
Posyandu Jiwa Bantu Kesembuhan ODGJ Kota Kediri
Lukisan karya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dipamerkan di Halte TransJakarta Harmoni, Jakarta, Rabu, 5 September 2018. Pameran ini bertajuk Festival Bebas Batas. TEMPO/M Taufan rengganis
 

Bacaini.id, KEDIRI – Kehadiran Posyandu Jiwa memberikan dampak positif pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Hal ini dilakukan Dinas Kesehatan Kota Kediri saat melakukan pendampingan ODGJ dan keluarga ODGJ, Senin, 29 November 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Fauzan Adima menuturkan pendampingan melalui Posyandu Jiwa ini untuk meningkatkan kesembuhan warga ODGJ.

“Jadi (ODGJ) yang awalnya rutin ke Rumah Sakit Jiwa Menur atau Rumah Sakit Jiwa Lawang cukup ditangani di Puskesmas dan Posyandu Jiwa. Frekuensi kontrol ke RS (jiwa) juga sudah mulai berkurang. Artinya tingkat kesembuhannya sudah membaik,” tutur dr.Fauzan saat ditemui di salah satu rumah warga ODGJ di kawasan Singonegaran.

Dalam pelaksanaannya, Posyandu Jiwa terdiri dari lima meja. Pada meja satu pasien yang datang melakukan pendaftaran dan pemantauan kesehatan fisik. Lalu berlanjut ke meja dua untuk pemantauan gejala, pemberian terapi psikofarmaka, vitamin dan nutrisi.

Meja tiga untuk terapi non psikofarmaka yakni pengendalian gejala oleh perawat. Pada meja empat dilakukan peningkatan ketrampilan perawatan diri. Kemudian di meja lima peningkatan ketrampilan hidup sehari-hari dan produktivitas.

“Jadi mereka dilatih keterampilan untuk menghilangkan stressor-stressor. Ada yang dilatih melukis, menggambar. Karena butuh kesabaran untuk menata emosi, ada pelatihan melipat kertas, ” tambah Fauzan.

Hari ini pelaksanaan Posyandu jiwa dilaksanakan serentak di 9 Puskemas Wilayah di Kota Kediri.  Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK kota Kediri Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar.

Dalam pelaksanaannya, posyandu jiwa turut diperkuat dengan kehadiran Kader Jiwa yang ada di kelurahan-kelurahan. Kader jiwa, turun langsung ke rumah-rumah untuk melakukan pendampingan serta pendekatan ke keluarga warga ODGJ. Dari yang awalnya menolak, kini keluarga justru mencari kader jiwa untuk konsultasi.

“Jadi mereka itu memang butuh perhatian, butuh kasih sayang, butuh teman ngobrol.  Kita ajak bicara, kita dekati keluarganya,” ujar Kader Jiwa Kelurahan Singonegaran Sri Rambat Rahayu.

Dengan pendampingan dan pendekatan, diharapkan ODGJ bisa kembali dengan kondisi lebih baik ke tengah masyarakat.

 

bacaini.id


BERITA TERKAIT