Perayaan Suku Tengger, Gunung Bromo Ditutup 3 Hari
BACAINI.ID | 29/12/2021 20:06
Perayaan Suku Tengger, Gunung Bromo Ditutup 3 Hari
Panorama padang rumput atau sabana Teletubbies Gunung Bromo pada hari reaktivasi wisata Gunung Bromo, Jumat, 28 Agustus 2020. TEMPO | Abdi Purmono
 

Bacaini.id, MALANG – Balai Besar Taman Nasional Bromo – Tengger Semeru (TNBTS) menutup perjalanan wisata ke Gunung Bromo selama masa perayaan Wulan Kapitu oleh Suku Tengger. Wulan Kapitu atau bulan ketujuh yang dianggap suci ini jatuh pada 1 hingga 3 Januari 2022.

Plt Kepala Balai Besar TNBTS, Novita Kusuma Wardani mengatakan wisata ke Gunung Bromo ditutup akan ditutup, khususnya untuk kendaraan bermotor. “Kami akan melakukan penutupan kaldera ke Gunung Bromo, terutama soal pelarangan kendaraan bermotor kecuali dalam keadaan darurat,” kata Novita saat dihubungi Bacaini.id, Rabu, 29 Desember 2021.

Meski begitu TNBTS tetap membuka perjalanan wisata ke sejumlah spot yang memang lokasinya jauh dari kaldera Bromo. Spot itu antara lain ada di Gunung Penanjakan, Bukit Kedaluh dan Bukit Cinta. Lalu, yang ditutup adalah Gunung Bromo, Laut Pasir, Savana dan Mentigen.

”Atau kalau mau ke Gunung Bromo boleh tapi harus naik kuda, sepeda, tandu atau berjalan kaki,” katanya.

Novita melanjutkan, pembatasan kendaraan bermotor dibatasi di semua pintu masuk. Antara lain di Pintu Masuk Pasuruan (Pakis Bincil), pintu masuk Probolinggo (Cemorolawang) dan pintu masuk Malang (Jemplang).

Dalam perayaan Wulan Kapitu ini Suku Tengger melakukan ‘laku puasa putih’ atau berpuasa dari semua hal keduniawian selama satu bulan penuh. Selama 3 hari mereka akan melakukan serangkaian ritus yakni ritus Megeng, ritus Mbabar Alit dan ritus Mbabar Ageng.

 

The post Perayaan Suku Tengger, Gunung Bromo Ditutup 3 Hari appeared first on Bacaini.id.


BERITA TERKAIT