Ratusan Aset Tanah Pemkab Lampura tidak Bersertifikat
TERASLAMPUNG.COM | 14/12/2021 15:04
Ratusan Aset Tanah Pemkab Lampura tidak Bersertifikat
Kantor Pemkab Lampung Utara

Teraslampung.com, Kotabumi–Ratusan aset tanah milik Pemkab Lampung Utara ternyata hingga kini masih belum bersertifikat. Dari 1.176 bidang tanah yang dimiliki, baru sekitar 267-an bidang tanah yang telah dibuatkan sertifikat atau 22,7 persen.

“Dari 1.176 bidang tanah, yang sudah disertifikat baru sekitar 267-an bidang tanah,” kata ‎‎Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Lampung Utara, Biantori, Selasa (14/12/2021).

Ia menjelaskan, jumlah bidang tanah yang telah bersertifikat itu berpeluang bertambah di akhir tahun ini. Itu dikarenakan masih ada sejumlah bidang tanah yang masih diproses oleh Badan Pertanahan Nasional. Targetnya akan ada sekitar 150-an bidang tanah lagi milik pemkab yang akan bersertifikat jelang akhir tahun 2021.

“Harapannya, 150 bidang tanah itu sudah bersertifikat di akhir tahun ini,” jelasnya.

Adapun mengenai sengketa lahan antara Pemkab Lampung Utara dengan PT KAI terkait status lahan eks Mapolres Lampung Utara, ia menjelaskan, persoalan ini telah menemukan sedikit titik terang. Sebab, Komisi Pemberantasan Korupsi berjanji akan memediasi mereka dengan PT KAI supaya dapat ditemukan solusi terbaik atas persoalan tersebut.

“KPK akan memediasi kami dengan PT KAI. Mudah – mudahan, akan ditemukan solusi terbaik untuk persoalan ini,” tutur dia.

Biantori menguraikan, sengketa lahan ini bermula dari kesepakatan tukar guling aset antara pemkab dengan Polda Lampung pada tahun 2004 silam. Kesepakatan ini bertujuan untuk merelokasi Mapolres yang berada di di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 32, Kelurahan Tanjungaman, Kotabumi Selatan. Dalam kesepakatan tukar guling aset atau ruislag ‎itu, Polda Lampung menyerahkan sebidang tanah seluas kurang lebih 29.519 meter persegi pada pemkab. Di lain sisi, Pemkab Lampung Utara berkewajiban mengadakan atau melaksanakan fasilitas bangunan di atas tanah seluas 51.180 meter persegi di Jalan Tjukul Subroto.

“Setelah Ruislag‎ antara pemkab dengan Polda Lampung dilakukan, munculah klaim dari PT KAI terkait status lahan tersebut,” terangnya.

Berdasarkan LHP BPK atas laporan keuangan Pemkab Lampung Utara tahun 2020, lahan yang menjadi objek tukar guling itu ternyata milik PT KAI dan termasuk dalam Grondkaart nomor 57. Inilah alasan mengapan pihak BPN tidak dapat menerbitkan sertifikat untuk lahan tersebut. Meski milik PT KAI, namun dalam perjalanannya, Pemkab Lampung Utara mengadakan perjanjian kerja sama dengan PT IGPS pada tahun 2008. Perjanjian ini berisikan kesepakatan untuk membangun sebuah pusat perbelanjaan di atas tanah eks Mapolres tersebut.‎‎

teraslampung.com


BERITA TERKAIT