Dua Karung Narkoba Dibawa Kapal Nelayan, Dijemput Mobil Mewah
TEMPO.CO | 26/11/2018 07:43
Barang bukti narkoba saat konferensi pers di Gedung BNN Pusat, Cawang, Jakarta, Rabu (14 November 2018.
BNN berhasil menggagalkan upaya menyelundupan narkoba berjumlah 30.000 butir ekstasi dan 38 kg shabu di Perairan Aceh Tamiang dengan tersangka 4 orang
Barang bukti narkoba saat konferensi pers di Gedung BNN Pusat, Cawang, Jakarta, Rabu (14 November 2018. BNN berhasil menggagalkan upaya menyelundupan narkoba berjumlah 30.000 butir ekstasi dan 38 kg shabu di Perairan Aceh Tamiang dengan tersangka 4 orang pada tanggal 7 November 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Polres Metro Jakarta Barat menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu dan ekstasi yang dikemas dalam dua karung besar dari kapal nelayan di Cilegon, Banten.

Baca: Claudio Martinez Sempat Pesta Narkoba Sebelum Ditangkap Polisi

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz di Jakarta, menyatakan temuan narkoba tersebut terdiri atas puluhan kilogram sabu dan puluhan ribu butir ekstasi.

"Iya betul. Kami masih mengembangkan kasusnya," ujar AKBP Erick Senin 26 November 2018.

AKBP Erick mengatakan pada saat penggerebekan, anggotanya mendapati dua karung berisi narkoba yang akan diturunkan dari kapal nelayan di pelabuhan rakyat di kecamatan Bojonegara, Cilegon, Banten, Rabu 21 November lalu.

Dua karung narkoba tersebut rencananya akan dibawa dengan mobil mewah ke para pengedar di Jakarta.

Dari hasil penggerebekan yang dipimpin Kanit 1 Satnarkoba AKP Indra Maulana, Polres Metro Jakarta Barat mengamankan tiga orang tersangka. Dua di antaranya adalah kurir narkoba berinisial APP (30), HA (41), dan seorang lagi adalah LS (36) sebagai kapten kapal.

Kapal yang mengangkut dua karung narkoba juga disita polisi untuk pemeriksaan.

Baca: Ratusan Butir Ekstasi Disimpan di Bawah Kasur Kamar Kos

Ketiga tersangka peredaran narkoba itu digiring menuju Polres Jakarta Barat guna pemeriksaan. Polisi juga masih memburu sejumlah tersangka lain yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pada kasus ekstasi dan sabu ini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT