Wali Kota Pro Imigran di Polandia Tewas Ditikam Eks Terpidana
TEMPO.CO | 15/01/2019 10:20
Wali kota Gdansk, Polandia tewas dibunuh saat menghadiri acara pengumpulan dana untuk anak-anak menderita sakit. { WORLD JEWISH CONGRESS]
Wali kota Gdansk, Polandia tewas dibunuh saat menghadiri acara pengumpulan dana untuk anak-anak menderita sakit. { WORLD JEWISH CONGRESS]

TEMPO.CO, Jakarta - Wali kota Gdansk di Polandia, Pawel Adamowicz tewas ditikam oleh mantan terpidana saat menghadiri acara pengumpulan dana terbesar yang diadakan setiap tahun memperingati Natal pada hari Senin, 14 Januari 2019.

Adamowicz yang sudah 20 tahun sebagai wali kota ditikam saat memberikan pidato di podium dalam acara bertajuk Great Orchestra of Christmas Charity. Dana dari acara ini disumbangkan ke berbagai rumah sakit.

 

Baca: 13 Wali Kota dan Wakil Tewas Sejak Duterte Jadi Presiden Filipina

 

Menurut laporan Reuters, terpidana bernama Stefan, 27 tahun, awalnya terdengar meneriakkan kata: "Adamowicz mati!". Lalu dia memaksa naik ke podim dan menikam wali kota berusia 53 tahun itu.

Adamwowicz terkapar di lantai dan dilarikan ke rumah sakit. Keesokan harinya setelah menjalani operasi selama 5 jam, Adamowicz dinyatakan meninggal.

Sebelum ditangkap, mantan terpidana itu menuding partai politik yang dulu mendukung wali kota telah menjeblokskannya ke penjara. Dan dia mengalami penyiksaan.


Baca: Wali Kota di Filipina Tewas Ditembak Bandar Narkoba, Dendam?

Polisi Polandia menjelaskan, pembunuh wali kota Gdansk itu baru dibebaskan Desember lalu setelah menjalani hukuman 5,2 tahun atas dakwaan merampok bank.

Dia kemudian menjalani hukuman di rumah sakit karena menderita gangguan jiwa.

Pemerintah Polandia mengumumkan pemakaman Adamowicz sebagai hari berkabung nasional. Wali kota yang memberi tempat bagi para imigran sebagai pengungsi mendapat dukungan dari rakyat Polandia.

"Setan-setan bangun, sesuatu yang mengerikan terjadi, dengan penguasa yang mengizinkan secara diam-diam," kata Gerard Projs, 79 tahun tentang kematian wali kota terlama di Polandia.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT