JK: Masjid Harus Dukung Umat Terjun ke Dunia Usaha
TEMPO.CO | 20/01/2019 08:05
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersama Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi menyaksikan siaran langsung Debat Pertama Capres
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersama Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi menyaksikan siaran langsung Debat Pertama Capres

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menyebutkan satu kekurangan umat Islam di Indonesia adalah soal dunia usaha.  Sebab kurangnya orang yang mendorong terjun menjadi pengusaha.

Baca juga: Masjid Terkena Radikalisme, Jusuf Kalla Usul Kurikulum Penceramah

“Cuma satu kekurangannya dunia usaha, artinya masjid harus mendorong masyarakat terjun ke dunia usaha,” ucap JK  saat menghadiri Pembukaan Musyawarah Besar ke VII  Ikatan Mesjid Musala Indonesia Muthahidah (IMMIM) di Makassar, Sabtu sore 19 Januari 2019.

Saat ini ia mengatakan peran pemerintah paling banyak urusan haji dan madrasah saja. Sedangkan soal bimbingan agama masyarakat yang melakukannya. “Sering saya katakan kalau ada 100 orang kaya maksimum 10 orang Islam. Tapi 100 orang miskin, 90 persen orang islam,” tutur JK. Perlu pendidikan yang mumpuni dan masjid harus mendorong masyarakat untuk terjun ke dunia usaha.

Menurut JK, dorongan terjun ke dunia usaha bisa disampaikan ketika ada acara. Misalnya ada acara pernikahan, ustad jangan hanya menyampaikan nikah itu sunnah Rasulullah. Tetapi mereka lupa jika Rasulullah sebelum nikah menjadi pengusaha. “Harusnya ustad juga menyampaikan menjadi pengusaha itu juga sunnah Rasulullah,” kata Jusuf Kalla.

JK juga mencontohkan pendiri pesantren IMMIM, Fadli Luran seorang pengusaha asal Kabupaten Enrekang. Oleh sebab itu dunia usaha harus didorong. Akan tetapi ia tak memungkiri juga membutuhkan pegawai negeri.

Baca juga: Wapres Jusuf Kalla Undang Sejumlah Petinggi Ormas Islam

Fungsi masjid kata JK harus dimaksimalkan. Selama ini menurut dia masih ada yang dibutuhkan misalnya terkait pendidikan. Masjid 80 persen orang datang untuk mendengar dan 20 persen beribadah. Sehingga antar dunia dan akhirat harus dijalankan sebaik-baiknya. “Kenapa tidak ada korupsi masjid? karena tiap Jumat diumumkan sumbangannya,” tuturnya.

Menurut JK, pengurus masjid juga hanya jangan urusi masjid saja tapi mengembangkan masyrakat. Di Madinah zaman Rasulullah masjid dijadikan sebagai tempat berunding dan musyawarah. “Jadi intinya, masjid harus dimakmurkan dan memakmurkan.”

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT