Siasat RSUD Kota Bekasi Antisipasi Lonjakan Pasien Demam Berdarah
TEMPO.CO | 24/01/2019 20:21
Pasien demam berdarah dengue (DBD) dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Kamis, 24 Januari 2019. Tempo/Adi Warsono
Pasien demam berdarah dengue (DBD) dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Kamis, 24 Januari 2019. Tempo/Adi Warsono

TEMPO.CO, Bekasi - Pasien penderita demam berdarah dengue (DBD) melonjak signifikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi. Karena itu, RSUD Kota Bekasi mulai mengantisipasi ketersedian tempat perawatan bagi pasien tersebut.

Baca juga: Cerita PPSU Ingin Bertemu Ahok dan Ucapkan Selamat

"Kalau sekarang masih aman, ketersediaan ruang rawat dan tempat tidur masih dianggap cukup," kata Kepala Bidang Perawatan pada RSUD Kota Bekasi, Sudirman, Kamis, 24 Januari 2019.

Pasien penderita DBD terjadi tren peningkatan di tiga bulan terakhir. Pada November tahun lalu, pasien yang menderita penyakit itu hanya dua orang dewasa, tapi sebulan berikutnya meningkat menjadi 12 orang, sementara pada Januari 2019 melonjak tajam mencapai 88 orang, 33 diantaranya anak-anak.

Sudirman mengatakan, jumlah tempat tidur pada ruang rawat inap di RSUD Kota Bekasi mencapai 550. Jumlah ini masih bisa ditingkatkan lagi hingga 700 tempat tidur. Selain itu, di ruang instalansi gawat darurat (IGD), jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 50, ini bisa ditambah menjadi 70.

"Penambahan lain bisa dilakukan di ruang rawat kelas 2, atau kelas 1, termasuk ruang-ruang lainnya," kata Sudirman.

Baca juga: Bebas dari Penjara, Ahok dan Bripda Puput Doa Bersama

 

Menurut Sudirman, hal itu pernah dilakukan sekitar lima tahun lalu, ketika terjadi peningkatan jumlah pasien yang dirawat. Ruang kelas 2 yang awalnya diisi empat tempat tidur, ditingkatkan menjadi enam tempat tidur.

"Kalau pasien demam berdarah dengue itu gampang, tidak memerlukan tabung oksigen, jadi tempat perawatan dimana saja bisa," kata Sudirman.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT