Muncul Mosi Tidak Percaya dari Peneliti, Jokowi Diminta Memecat Kepala LIPI
TEMPO.CO | 12/03/2019 10:45
Muncul Mosi Tidak Percaya dari Peneliti, Jokowi Diminta Memecat Kepala LIPI
Profeson riset dan peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) setelah memberikam pernyataan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Kepala LIPI Laksana Tri Handoko, di Gedung Widya Graha, LIPI, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019. TEMPO/Khory

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris berharap Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberhentikan jabatan Laksana Tri Handoko sebagai Kepala LIPI. Sikap itu ia tunjukkan setelah kebijakan digitalisasi buku yang dicetuskan Laksana Handoko berujung pada pemusnahan ribuan buku, termasuk disertasi dan tesis koleksi Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII).

Baca: Kepala LIPI Disebut Musnahkan Ribuan Tesis dan Disertasi

"Kesepakatan moratorium dengan Kepala LIPI dilanggar, karena itu muncul petisi mosi tidak percaya kepada Kepala LIPI. Sekarang solusi stau-satunya adalah Jokowi harus memberhentikan Laksana Handoko sebagai Kepala LIPI sebelum LIPI hancur," ucap Syamsuddin saat dihubungi, Selasa, 12 Maret 2019.

Sebelumnya, Syamsuddin bersama peneliti LIPI lainnya sudah mengadukan kasus ini ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kantor Staf Presiden, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan pihak terkait lainnya. Namun, hingga saat ini belum ada hasil dari sejumlah pertemuan tersebut.

Kasus pemusnahan ribuan buku juga menjadi kritikan keras untuk Kepala LIPI. Syamsuddin menyebut pemusnahan buku itu terkait rencana digitalisasi. Tapi buku, disertasi dan tesis sebanyak dua truk sudah dimusnahkan sebelum digitalisasi dilakukan. Ia menuturkan, pemusnahan ribuan buku itu dilakukan pada awal Februari 2019.

Sementara itu, LIPI telah membantah insiden tersebut. Melalui akun Twitter resmi @lipiindonesia, sejumlah cuitan ditulis untuk menjelaskan perkara pemusnahan tersebut yang dianggap telah disalahartikan.

Saat itu, LIPI disebut tengah meningkatkan kualitas pendokumentasian informasi ilmiah dan melakukan proses weeding atau penyiangan koleksi yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan zaman serta secara fisik sudah rusak parah.

Baca: Kisruh Internal, Reorganisasi LIPI Dihentikan Sementara

"Mekanisme weeding adalah proses normal di dunia perpustakan utk memeriksa koleksi perpustakaan, judul per judul utk penarikan permanen berdasarkan kriteria penyiangan, terutama kondisi fisik koleksi tsb. Juga memberikan tempat bagi datangnya ilmu pengetahuan baru," demikian cuitan LIPI pada hari ini, 12 Maret 2019.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT