Kasus Teroris di Bekasi, Sopir Ojol Ungkap Kronologi Usai Dilepas
TEMPO.CO | 05/05/2019 17:37
Pintu rumah kontrakan Eko yang didobrak tim Densus 88 di Gang Salon, Jatikramat, Jatiasih. Kota Bekasi, Ahad, 5 Mei 2019. Tampak kerusakan di daun pintu rumah tersebut. TEMPO/Adi Warsono
Pintu rumah kontrakan Eko yang didobrak tim Densus 88 di Gang Salon, Jatikramat, Jatiasih. Kota Bekasi, Ahad, 5 Mei 2019. Tampak kerusakan di daun pintu rumah tersebut. TEMPO/Adi Warsono

TEMPO.CO, Bekasi -Tohirin alias Eko, 34 tahun, seorang pengemudi ojek online sempat dibawa oleh Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dari rumah kontrakannya di Gang Salon RT 03 RW 01, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, terkait dugaan kasus teroris.

Eko beberapa jam kemudian dibebaskan karena tak terbukti kaitannya dengan aksi terorisme tersebut.
Baca : Dua Teroris Bekasi yang Buron Meledakkan Diri, Ini Kata Polisi

"Kaget saya. Orang lagi tidur didobrak," kata Eko menuturkan kronologi saat ditemui wartawan di rumah kontrakannya, Ahad, 5 Mei 2019. Eko baru saja tiba di rumah kontrakannya selepas salat zhuhur usai diajak oleh Tim Densus 88.

Sebelum zhuhur, rumah kontrakan itu kosong, hanya ada atribut ojek online.

Densus 88 bukan tanpa alasan menggerebek rumah kontrakan Eko. Sebab, sebelumnya, kawannya bernama Iqbal meminta tolong untuk menampung orang semalam.

"Ko gua mau nitip temen semalam aja, numpang tidur," ujar Eko menirukan ucapan Iqbal melalui sambungan telepon. Iqbal adalah kawan lama Eko di sebuah pabrik sebelum bergabung dengan ojek online.

Belakangan orang yang hendak dititipkan itu diduga adalah terduga teroris yang kabur ketika ditangkap di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi. Eko mengaku tidak kenal dengan orang yang hendak dititipkan oleh Iqbal. Dari rumah kontrakannya Eko sempat dibawa Densus ke rumah kontrakan Iqbal di wilayah Bantargebang.
Simak juga :
Pengemudi Ojek Online Diduga Teroris Ditangkap di Bekasi

Eko mengaku ketika rumah kontrakannya didobrak pada Ahad pukul 03.00 WIB, belakangan diketahui terkait dugaan kasus teroris, sedang tidur bersama dengan kawannya Feri usai menonton pertandingan sepak bola di televisi. Feri menunpang karena di rumah kontrakannya tak ada televisi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT