Densus 88 Tangkap S, Anak Buah Terduga Teroris Abu Rafi
TEMPO.CO | 18/05/2019 18:35
Polisi menunjukkan barang bukti yang diambil dari rumah terduga teroris Endang alias Abu Rafi di RT 02/03, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu, 18 Mei 2019. Tempo/Ade Ridwan
Polisi menunjukkan barang bukti yang diambil dari rumah terduga teroris Endang alias Abu Rafi di RT 02/03, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu, 18 Mei 2019. Tempo/Ade Ridwan

TEMPO.CO, Bogor – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Densus 88 Antiteror selain menangkap terduga teroris Endang alias Abu Rafi, juga menangkap anak buahnya, S, 28 tahun, di Jalan Kapten Yusuf, Cikaret, Kota Bogor.

Baca juga: Polisi: Abu Rafi Rencanakan Aksi Teror Bom di KPU Pada 22 Mei

Menurut Dedi, S adalah simpatisan jaringan Firqoh Abu Hamzah dan merupakan anak buah Abdu Rafi. “Terakit perananan S masih didalami, tapi dari penangkapan itu disita dua buah handphone, KTP dan buku catatan,” kata Dedi di Bogor, Sabtu 18 Mei 2019.

Lebih jauh Dedi mengatakan, beberapa jaringan ini pun masih dikejar, termasuk sistem pendanaan yang masih didalami. “Densus 88 tidak berhenti di sini, masih terus mengembangkan dan mengejar dengan menggunakan preventive strike terhadap kelompok ini. Karena kelompok ini sangat militan dan memiliki rekam jejak yang lebih daripada JAD yang di Bekasi maupun di Lampung,” ujar Dedi

Endang alias Abu Rafi (51) ditangkap di rumahnya di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat, 17 Mei 2019, pukul 15.30 bersamaan dengan penangkapan S.

Dedi mengatakan, sasaran jaringan Fiqroh Abu Hamzah ini adalah thoghut dan kerumunan massa. “Menurut keterangan, yang bersangkutan ini akan melakukan aksi teror pada tanggal 22 Mei mendatang, tepat saat akan dilaksanakannya aksi massa di kantor KPU,” kata Dedi.

Baca juga: Densus 88 Bekuk Teroris di Cibinong, Jauh Lebih Militan dari JAD

Karena terduga teroris lain masih ada, pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak mengerahkan massa dalam jumlah yang cukup besar pada 22 Mei 2019 di Kantor KPU, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. “Silakan semuanya melalui mekanisme konstitusional apabila ada hal hal yang merasa kurang pas pada tahapan pemilu,” kata Dedi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT