Jaksa Ajukan Banding Atas Vonis Pencekik Petugas KPPS
TEMPO.CO | 15/06/2019 18:16
Petugas KPPS melayani mahasiswa dari luar daerah DI Yogyakarta yang akan menggunakan hak suaranya saat Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) Pilpres 2019 di TPS 43 Caturtunggal, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu, 27 April 2019. Sebanyak 17 TPS di Sleman melak
Petugas KPPS melayani mahasiswa dari luar daerah DI Yogyakarta yang akan menggunakan hak suaranya saat Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) Pilpres 2019 di TPS 43 Caturtunggal, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu, 27 April 2019. Sebanyak 17 TPS di Sleman melaksanakan PSL guna mengakomodasi warga yang belum menggunakan hak suaranya pada 17 April 2019. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum mengajukan banding atas putusan hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp 5 juta yang dijatuhkan hakim kepada Ivan Valentino, pemilih yang mencekik petugas KPPS di TPS 071 Karang Bolong Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

"JPU hari ini menyatakan banding untuk menegakkan keadilan pemilu. Dengan demikian, jaksa penuntut umum memiliki waktu tiga hari ke depan untuk mengajukan memori banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta," kata Ketua Sentra Gakkumdu Badan Pengawas Pemilu Jakarta Utara, Benny Sabdo, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 15 Juni 2019.

Baca: Pencekik Anggota KPPS di Pademangan Cuma Dihukum Percobaan

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara sebelumnya menjatuhkan vonis tiga bulan penjara dan denda Rp 5 juta dengan masa percobaan enam bulan terhadap Ivan pada Jumat, 14 Juni kemarin. Hakim menyatakan Ivan Valentino telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemilu.

Benny mengatakan pihaknya menghormati putusan majelis hakim namun pihaknya mendukung langkah JPU Fedrik Adhar yang mengajukan banding karena vonis yang dijatuhkan tidak sesuai dengan tuntutan jaksa. Jaksa sebelumnya menuntut Ivan hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp5 juta subsider dua bulan penjara.

Dalam perkara ini, Ivan Valentino diamankan oleh petugas keamanan karena telah melakukan aksi yang menimbulkan gangguan ketertiban dan ketentraman pelaksanaan pemungutan suara di TPS 071 Karang Bolong Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Ia melakukan tindak kekerasan terhadap petugas KPPS. Terdakwa datang sebagai pemilih ke TPS 071 di Karang Bolong, Ancol dan tiba-tiba menyerang salah seorang petugasĀ KPPS dengan mencekiknya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT