Susi Pudjiastuti Tangkap 43 Kapal Asing Ilegal Selama 2019
TEMPO.CO | 28/07/2019 16:40
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengunggah foto Safari Bahari bersama KRI Untung Suropati keliling Laut Sawu dan NTT pada 15 Juni 2016. Inilah foto pertama yang diunggah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di akun Instagramnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengunggah foto Safari Bahari bersama KRI Untung Suropati keliling Laut Sawu dan NTT pada 15 Juni 2016. Inilah foto pertama yang diunggah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di akun Instagramnya. Instagram/@susipudjiastuti115

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menangkap enam kapal perikanan asing atau KIA. Dengan ditangkapnya enam kapal asing itu, Kementerian yang dipimpin Susi Pudjiastuti itu, telah menangkap 43 kapal ilegal asing dari Januari hingga akhir Juli 2019.

Enam kapal itu masing-masing terdiri dari tiga kapal asal Vietnam dan tiga kapal asal Filipina di dua lokasi perairan yang berbeda. “Sejumlah KIA yang telah berhail ditangkap selama 2019, yaitu 18 Malaysia, 18 Vietnam, 6 asal Filipina, dan 1 Panama”, kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman dalam keterangan tertulis, Ahad, 28 Juli 2019.

Agus Suherman menjelaskan, penangkapan tiga kapal Vietnam dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Orca 01 dengan Nakhoda Capt. Priyo Kurniawan, KP. Orca 03 dengan Nakhoda Capt. M. Ma’ruf, dan KP. Hiu 11 dengan Nakhoda Capt. Slamet di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) 711 Laut Natuna Utara pada Sabtu, 27 Juli 2019.

Ketiga kapal yang ditangkap atas nama KM. BD 96687 TS dengan ABK 12 orang, KM BD 97041 TS dengan ABK 13 orang merupakan kapal berjenis purse seine, sementara satu kala lainnya KM BL 93579 TS dengan ABK 11 orang merupakan jenis kapal pengangkut.

“Ketiganya ditangkap karena melakukan kegiatan penangkapan ikan di WPP-RI tanpa izin dari Pemerintah Indonesia yang melanggar ketentuan undang-undang perikanan," kata Agus Suherman.

Selanjutnya ketiga kapal dan 36 ABK berkewarganegaraan Vietnam yang berhasil diamankan dikawal menuju ke Pangkalan PSDKP Batam untuk proses penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perikanan.

Sementara itu, tiga kapal asal Filipina ditangkap KP Hiu 05 yang dinakhodai oleh Capt. Hasrun Paputungan di perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) Utara Sulawesi pada hari ini sekitar pukul 02.00 WIT.

Ketiga kapal yang berjenis pumboat beserta 11 orang awak kapal berkewarganegaraan Filipina di kawal menuju ke Pangkalan PSDKP Bitung Sulawesi Utara.

“Proses penyidikan terhadap tiga kapal Filipina akan dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perikanan Pangkalan PSDKP Bitung Sulawesi Utara, sesuai undang-undang perikanan dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar," ujar Agus.

HENDARTYO HANGGI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT