Menteri Amran Sulaiman Curhat: Pakai Mobil Tua demi Petani
TEMPO.CO | 30/08/2019 14:48
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Dok. Kementan)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Dok. Kementan)

TEMPO.CO, Palembang-Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan selama menjabat sebagai pembantu presiden, dia berhasil menghemat keuangan negara hingga lebih dari Rp 20 triliun. Semenjak dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai menteri, dia memangkas sejumlah pengeluaran yang dirasa tidak penting dan belum mendesak.

Uang hasil penghematan tersebut, ia salurkan pada para petani lewat pembelian sarana dan prasarana pertanian. Ia menyampaikan curahan hati atau curhatnya itu di hadapan seratusan petani di desa Tanjung Aur, kecamatan Jejawi, Ogan Komering Ilir, Rabu lalu, 28 Agustus 2019. “Aku pernah seperti bapak dan ibu sebagai petani, aku bukan siapa-siapa,” katanya.

Siang itu Mentan Amran sedang melakukan kerja di Desa Tanjung Aur bersama Gubernur Sumsel Herman Deru dan Bupati OKI, Iskandar. Sebelum berdialog, dia sempat menyaksikan mesin combine harvester untuk memanen padi jenis Inpara 3 di hamparan lahan rawa lebak.

Sebagai konsekuensi dari penghematan tersebut, dia dan stafnya mencabut biaya pembelian kendaraan dinas baru dan juga memangkas sejumlah agenda seremonial. Tidak tanggung-tanggung, dalam setahun ia bisa menghemat anggaran sebesar Rp 4 triliun atau tembus Rp 20 triliun selama lima tahun menjabat. “Sampai mobil kami sudah berumur 12 tahun sehingga mogok tiga kali di jalan,” katanya lagi.

Sementara itu Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menjelaskan, progress hingga 27 Agustus 2019, sudah dilakukan SID seluas 167.644 ha dan SP2D: 111.690 ha dengan nilai Rp 334,7 miliar. Dana APBN yang disalurkan untuk program Serasi (selamatkan rawa dan sejahterahkan petani) khusus di Sumsel meliputi daerah.

Banyuasin  82.559 ha dengan 67 excavator, Musi Banyuasin 35.143 ha dengan 12 excavator, OKI  67.948 ha dengan 19 excavator, Ogan Ilir 1.200 ha, oku timur 4.000 ha dengan 6 excavator, Muratara 1.000 ha dengan 3 excavator, Pali 5.850 ha dengan 2 excavator, OKU 300 ha dengan 1 excavator dan Muara Enim 2.000 ha dengan 3 excavator. “Kami juga bantu traktor roda empat termasuk pula combine harvester,” Katanya.

Kementerian menjadikan Sumatera Selatan sebagai lumbung pangan nasional lewat optimalisasi lahan rawai. Ada 3 Kabupaten yang dipacu luas tambah tanamnya, yakni Banyuasin, Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin. Untuk mencapai peringkat 3 besar, dia mendesak target 200 ribu Ha segera dikebut.

Sebab itu, dilakukan percepatan tanam dengan pertanian modern. Dengan target Serasi, pada tahun 2021 program ini akan membawa Sumatera Selatan berada di peringkat pertama penyumbang pangan nasional. Kementerian Pertanian menargetkan program Serasi pada tahun ini 200 ribu hektar. Tambahan tahun berikutnya 500 ribu hektar yang memiliki nilai sebesar Rp 14 triliun untuk kenaikan pendapatan petani Indonesia. 

 

 

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT