PTUN Jakarta Kembali Gelar Sidang Gugatan HTI
TEMPO.CO | 25/01/2018 09:51
PTUN Jakarta Kembali Gelar Sidang Gugatan HTI
Diterbitkannya Perppu Ormas dan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengundang reaksi dari massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). MARIA FRANSISCA

TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Tata Usaha Negara kembali menggelar sidang lanjutan terkait gugatan terhadap Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM tentang pembubaran organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Jakarta, Kamis, 25 Januari 2018.

Agenda sidang kali ini, pihak HTI selaku penggugat akan menghadirkan saksi dalam persidangan.

Baca juga: Video Muktamar HTI Diputar di Sidang PTUN Jakarta

Sementara itu, Kementerian Hukum dan HAM selaku tergugat akan menyampaikan bukti tambahan atas keputusan Menkumham membubarkan HTI. "Kami selaku kuasa hukum Kemenkumham akan menyampaikan bukti tambahan," kata kuasa hukum Kemenkumham Hafzan Taher di Jakarta, Kamis.

HTI dibubarkan sesuai dengan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU -30.AHA.01.08.2017 tentang pencabutan keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU-00282.60.10.2014 tentang pengesahan pendirian perkumpulan HTI. Dalam persidangan ini HTI menggugat keputusan Kemenkumham tersebut.

Pada 18 Januari 2018 lalu, Kemenkumham menyampaikan bukti tambahan, salah satunya berupa video Muktamar HTI. Saat itu, Hafzan mengatakan video tersebut membuktikan ancaman dalam kegiatan HTI dengan paham khilafahnya di Indonesia.

Ada 15 keping compact disc yang ditayangkan dan diserahkan ke yang hakim beserta transkripnya. Dalam video yang ditampilkan, salah seorang petinggi HTI berorasi soal empat pilar Khilafah.

Pencabutan badan hukum HTI dilakukan pada 10 Juli 2017, dilanjutkan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Organisasi Massa pada 19 Juli 2017.

RIANI SANUSI PUTRI

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT