Bantuan untuk Penderita Gizi Buruk di Papua Terkendala Transportasi
TEMPO.CO | 25/01/2018 14:49
Bantuan untuk Penderita Gizi Buruk di Papua Terkendala Transportasi
Warga menggendong anaknya saat menjalani perawatan karena gizi buruk, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats, Kabupaten Asmat, Papua, 22 Januari 2018. Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat melaporkan serangan campak dan gizi buruk telah merenggut sekitar 61 jiwa dalam 4 bulan terakhir. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta- Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayor Jenderal Ben Rimba mengatakan transportasi merupakan salah satu kendala dalam distribusi bantuan ke Papua. Hal tersebut membuat bantuan membutuhkan waktu lama sampai ke lokasi.

"Kendala utama yaitu transportasi dan akses," kata Ben usai pelepasan satuan tugas kesehatan di Landasan Udara Halim Perdanakusuma pada Kamis, 25 Januari 2018.

Baca: Cegah Gizi Buruk Terulang, Pemprov Papua Harus Rehab Permukiman

Ben menuturkan pendistribusian logistik seperti obat-obatan, makanan, dan personel dan dokter, berjalan lancar dari Jakarta hingga Timika. Namun distribusi untuk ke masing-masing lokasi membutuhkan pesawat kecil dan kapal. "Jadi daya angkutnya terbatas sekali," ujar dia.

Selain transportasi, masalah komunikasi menjadi kendala di sana. Ben menuturkan sudah mengirim tim selama satu minggu ke sana dan belum mendapatkan laporan. Karena itu, ia menyediakan helikopter untuk merespon cepat jika ada kejadian tertentu. "Ada tiga helikopter di satgas ini, di mana kalau ada kejadian kita bisa berangkatkan," kata Ben.

Baca: Banyak Gunung, Papua Tambah Sistem Navigasi Penerbangan Canggih

Ben juga mengatakan adanya kemungkinan utuk merelokasi warga di sana. Namun kendala adat dan budaya menjadi pertimbangan. "Presiden mengusulkan minggu lalu, tim sedang bekerja," kata dia.

Berdasarkan catatan yang dimiliki Pusat Kesehatan TNI, jumlah anak yang meninggal akibat wabah campak dan gizi buruk sejak September 2017 hingga 24 Januari tercatat berjumlah 70 orang. Dari 70 korban meninggal itu, 65 anak meninggal akibat gizi buruk, empat anak karena campak dan satu orang karena tetanus.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberangkatkan 206 personel TNI ke Papua. Para personel tersebut akan akan berada di Papua selama 9 bulan. Mereka ditugaskan untuk memberikan bantuan kesehatan juga bantuan logistik berupa obat-obatan dan makanan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT