Wakapolda Jatim Soal Demo Mahasiswa: Ricuh di Malang Spontan
TEMPO.CO | 25/09/2019 02:37
Mahasiswa di Kota Malang menggelar aksi penolakan terhadap RUU yang bermasalah di depan Gedung DPRD Kota Malang. TEMPO/Eko Widianto
Mahasiswa di Kota Malang menggelar aksi penolakan terhadap RUU yang bermasalah di depan Gedung DPRD Kota Malang. TEMPO/Eko Widianto

TEMPO.CO, Malang -Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Brigadir Jenderal Toni Harmanto menjelaskan aksi demo mahasiswa di Jawa Timur relatif kondusif.

Meski sempat terjadi kericuhan saat aksi mahasiswa di Malang.

Aksi mahasiswa menolak RUU KUHP dan regulasi bermasalah berlangsung di Surabaya, Pasuruan, Malang, dan Kediri. Gelombang aksi unjukrasa terjadi selama dua hari dan bakal berlanjut hingga Rabu hari ini, 25 September 2019.

“Mahasiswa kelelahan aksi mulai pagi. Tadi reaksi spontan,” kata Toni di gedung DPRD Kota Malang, Selasa, 24 September 2019. Mahasiswa, katanya, bisa mengendalikan diri sehingga kericuhan bisa dikendalikan.

Polisi menyemprotkan meriam air. Beberapa mahasiswa terluka karena pukulan, polisi juga terluka terkena lemparan batu, botol dan air kemasan.
Termasuk seorang jurnalis terluka saat melakukan kerja jurnalistik.

Polisi, katanya, melakukan pendekatan persuasif dalam menangani aksi unjukrasa mahasiswa. Toni mengimbau mahasiswa menyalurkan aspirasi sesuai aturan.

Gelombang aksi demo mahasiswa membubarkan diri setelah sempat terjadi kericuhan. Sedangkan ratusan polisi bertahan sampai malam ini di depan gedung DPRD Kota Malang


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT