Kepala Daerah yang Cuci Uang di Kasino Diduga Berasal dari Papua
TEMPO.CO | 18/12/2019 06:32
Mesin judi elektronik yang terdapat di dalam Galaxy Macau. Rencananya pusat judi ini akan dibangun sampai 3 tahap, dengan estimasi biaya pembangunan mencapai 80 juta dollar HKD. Macau, Tiongkok, 26 Mei 2015. Billy HC Kwok/Getty Images
Mesin judi elektronik yang terdapat di dalam Galaxy Macau. Rencananya pusat judi ini akan dibangun sampai 3 tahap, dengan estimasi biaya pembangunan mencapai 80 juta dollar HKD. Macau, Tiongkok, 26 Mei 2015. Billy HC Kwok/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan menelusuri transaksi keuangan beberapa kepala daerah ke rekening kasino di luar negeri.

"PPATK menelusuri transaksi keuangan beberapa Kepala Daerah yang diduga menempatkan dana yang signifikan dalam bentuk valuta asing dengan nominal setara Rp 50 miliar ke rekening kasino di luar negeri," kata Ketua PPATK Ki Agus Badaruddin dalam acara Refleksi Akhir Tahun di kantornya, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019.

Dalam paparannya, Badar mengatakan penempatan dana di luar negeri merupakan salah satu modus yang kerap digunakan dalam tindak pidana pencucian uang. Akan tetapi, Badar tak menjelaskan lebih lanjut mengenai kepala daerah yang diduga melakukan tindakan tersebut.

Seorang aparat penegak hukum mengatakan kepala daerah yang dimaksud berasal dari Papua. Ia ditengarai sudah bolak-balik ke luar negeri untuk mencuci uang di rumah judi. Sumber lain menuturkan pejabat ini menghabiskan uang antara Rp 50-100 miliar.

Tempo sudah mencoba menghubungi dua nomor telepon Gubernur Papua Lukas Enembe untuk mengkonfirmasi informasi ini. Namun, dia belum membalas.

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan sudah mengetahui identitas kepala daerah tersebut. Agus mengatakan sang kepala daerah ini sempat masuk radar lembaga antikorupsi ini karena anak buahnya terlibat kasus di KPK.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT